Menuju Arsitektur Baru Pendidikan: Analisis Komparatif Budaya Literasi Siswa Sekolah Dasar di Indonesia dan Finlandia
Keywords:
Toward, Architecture, Education, Indonesia, FinlandAbstract
Abstract
The 2018 Programme for International Student Assessment (PISA) scores indicate that Indonesian students' reading literacy remains low, with an average score of 371, far below the OECD average of 487 and Finland's 520. This gap reflects systemic issues that are not solely related to learning outcomes but are rooted in educational philosophy, structure, and practices. This study aims to examine the fundamental differences between the Indonesian and Finnish education systems to identify the main factors contributing to the low literacy quality of elementary school students in Indonesia. The study used a qualitative approach through an in-depth literature review of credible sources, such as the PISA reports from the OECD, UNESCO, and the World Bank, as well as comparative education studies, including Sahlberg's Finnish Lessons (2015). The analysis focused on three main aspects: curriculum, teacher role, and student well-being. The study results indicate that Finland, since its 2016 curriculum reform, has implemented a phenomenon-based learning approach that emphasizes in-depth understanding and integration across subjects. This approach contributes to the consistent high literacy scores in PISA. In contrast, the 2013 Curriculum in Indonesia contains a broad content load with a tendency toward shallow learning, so students focus more on memorization than developing critical thinking. Furthermore, the teaching profession in Finland enjoys high social status, with a minimum master's degree qualification, strict selection, and a low student-teacher ratio, making learning more personalized and effective. In Indonesia, teachers generally have bachelor's degrees, but they face a high administrative burden and relatively low welfare, hindering learning innovation. From a student perspective, Finland minimizes standardized testing and prioritizes mental health, while exam pressure in Indonesia negatively impacts intrinsic motivation for literacy. This study concludes that improving literacy in Indonesia requires curriculum reform, strengthening teacher professionalism, and a more humanistic evaluation policy based on Finnish best practices.
Abstrak
Skor Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa Indonesia masih berada pada level rendah, dengan skor rata-rata 371, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 487 dan Finlandia yang mencapai 520. Kesenjangan ini mencerminkan persoalan sistemik yang tidak semata-mata berkaitan dengan hasil belajar, tetapi berakar pada filosofi, struktur, dan praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan fundamental antara sistem pendidikan Indonesia dan Finlandia guna mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab rendahnya kualitas literasi siswa sekolah dasar di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka mendalam terhadap sumber-sumber kredibel, seperti laporan PISA OECD, UNESCO, World Bank, serta kajian komparatif pendidikan, termasuk Finnish Lessons karya Sahlberg (2015). Analisis difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu kurikulum, peran guru, dan kesejahteraan siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa Finlandia sejak reformasi kurikulum 2016 menerapkan pendekatan phenomenon-based learning yang menekankan pemahaman mendalam dan integrasi lintas mata pelajaran. Pendekatan ini berkontribusi pada konsistensi skor literasi yang tinggi dalam PISA. Sebaliknya, Kurikulum 2013 di Indonesia memuat beban konten yang luas dengan kecenderungan pembelajaran dangkal, sehingga siswa lebih terfokus pada hafalan dibandingkan pengembangan berpikir kritis. Selain itu, profesi guru di Finlandia memiliki status sosial tinggi dengan kualifikasi minimal magister, seleksi ketat, serta rasio siswa-guru yang rendah, sehingga pembelajaran lebih personal dan efektif. Di Indonesia, guru umumnya berkualifikasi sarjana dengan beban administratif tinggi dan kesejahteraan yang relatif rendah, yang menghambat inovasi pembelajaran. Dari sisi siswa, Finlandia meminimalkan ujian standar dan memprioritaskan kesehatan mental, sedangkan tekanan ujian di Indonesia berdampak negatif terhadap motivasi intrinsik literasi. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi di Indonesia memerlukan reformasi kurikulum, penguatan profesionalisme guru, serta kebijakan evaluasi yang lebih humanistik dengan merujuk pada praktik baik Finlandia.
References
Annur, S., Azhari, I., & Haqqi, A. (2024). Sistem Pendidikan di Indonesia , Inggris , dan Finlandia : Sebuah Studi Perbandingan Education Systems in Indonesia , the UK , and Finland : A Comparative Study. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1634–1644. https://www.jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/532/440
Ardian, A., Sandi, A., Bharotut Taqiyah, D., Rifai, M. H., Setiawan, R. Y., Trisnaningtyas, R., & Sujianto, A. E. (2024). Analisis Pengaruh Depresiasi Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Pada Bidang Ekspor Dan Impor. Inisiatif: Jurnal Ekonomi, Akuntansi Dan Manajemen, 3(3), 90–101. https://doi.org/10.30640/inisiatif.v3i3.2580
Cahyani, L. N. (2023). Sistem Pendidikan Finlandia: Membangun Kemandirian dan Semangat Belajar Siswa Laila. Journal of Contemporary Issues in Primary Education, 1(2), 55–61. https://kurniajurnal.com/index.php/jcipe/article/view/32/70
Daud, R. M. (1990). Sistem Pendidikan Finlandia Suatu Alternatif Sistem Pendidikan Aceh. Pionir: Jurnal Pendidikan, 21–36. https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/Pionir/article/view/6226/3803.html
Endarto, I. A., & Martadi. (2022). Analisis Potensi Implementasi Metaverse Pada Media Edukasi Interaktif. Jurnal Barik, 4(1), 37–51. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JDKV/
Fatmawati, A. Y., Saikoh, E., & Hidayat, S. (2025). Landasan Filsafat Pendidikan Dalam Perbandingan Sistem Pendidikan Finlandia Dan Indonesia. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11, 244–254. https://www.journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/9853/5690
Fihrisi, F., Putra Alliandra, K., Ika Septiviana, F., Zahrotul Ainiyah, U., Nuqia, K., Erista Ferli, D., Tri Wulansari, E., & Qonitatin, U. (2023). Menangani Ekstramisme Dan Membina Moderasi Beragama Di Sekolah: Praktik Terbaik Dan Pembelajaran. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 2023(15), 142–154. https://doi.org/10.5281/zenodo.8206954
Haryanto, B., & Iqbal, M. (2024). Perbandingan Pendidikan di Indonesia dan Pendidikan di Finlandia. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume, 4, 6085–6095. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/13837/9206
Haryanto, S., Rizki, S., Fadhilah, M., & Al-quran, U. S. (2023). Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 6, Nomor 1, Januari-Juni 2023 KONSEP SQ: KECERDASAN SPIRITUAL DANAH ZOHAR DAN IAN MARSHAL DAN RELEVANSINYA TERHADAP TUJUAN PEMBELAJARAN PAI. Paramurobi: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6, 197–212. https://doi.org/https://doi.org/10.32699/paramurobi.v6i1.4853
Hasibuan, A. T., Wulan, W., Simatupang, S., Rudini, R., & Ani, S. (2023). Implementasi Sistem Pendidikan Terbaik Dunia Di Jenjang Anak Usia Dasar Telaah Sistem Pendidikan Finlandia. Jurnal Pembelajaran Dan Matematika Sigma, 9(1), 120–123. https://jurnal.ulb.ac.id/index.php/sigma/article/view/4383/3393
Khasanah, F. U., Jumintono, & Mulyono, R. (2024). Manajemen Layanan Konseling Adaptif Deep Learning, Dengan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 240–255. https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/CONS/article/view/4183/2473
Khunaifi, A. Y., & Matlani, M. (2019). Analisis Kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Jurnal Ilmiah Iqra’, 13(2), 81. https://doi.org/10.30984/jii.v13i2.972
Kurniati, P., Lenora Kelmaskouw, A., Deing, A., & Agus Haryanto, B. (2020). Model Proses Inovasi Kurikulum Merdeka Implikasinya Bagi Siswa Dan Guru Abad 21. Jurnal Citizenship Virtues, 2022(2), 408–423. https://jurnal.stkipkusumanegara.ac.id/index.php/citizenshipvirtues/article/view/1516/1031
Muryanti, E., & Herman, Y. (2022). Studi Perbandingan Sistem Pendidikan Dasar di Indonesia dan Finlandia. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(2), 1146–1156. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i3.1696
Perdiansyah, P., & Widodo, S. (2021). Tahap Perkembangan dan Pola Asuh Anak Usia 9-12 Tahun dalam Persepektif Islam. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1), 46. https://doi.org/10.21137/jpp.2021.13.1.6
Rohmah, H. (2019). Pembinaan Karakter Siswa di SMP Negeri 4 Metro. Ri’ayah: Jurnal Sosial Dan Keagamaan, 4(01), 98. https://doi.org/10.32332/riayah.v4i01.1510
Salsabila, U. H., Habiba, I. S., Amanah, I. L., Istiqomah, N. A., & Difany, S. (2020). Pemanfaatan Aplikasi Quizizz Sebagai Media Pembelajaran Ditengah Pandemi Pada Siswa SMA. Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi|JIITUJ|, 4(2), 163–173. https://doi.org/10.22437/jiituj.v4i2.11605
Salsabila, U. H., Husna, L. I., Nasekha, D., & Pratiwi, A. (2019). Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14. http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Septianingsih, R., Sani, E. F., Safitri, D., & Sujarwo. (2023). ANALISIS PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI PENUNJANG LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPS MENUJU SOCIETY 5.0 Rifdah. Cendekia Pendidikan, 1(1), 4–5. https://doi.org/https://doi.org/10.9644/sindoro.v1i9.1134
Subandowo, M. (2022). Teknologi Pendidikan di Era Society 5.0. Sagacious Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Sosial, 9(1), 24–35.
Suprapto. (2020). Integrasi Moderasi Beragama dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 18(3), 355–368. https://doi.org/10.32729/edukasi.v18i3.750
Suyono, A., Prabowo, A. E., & Nurhuda. (2023). Sistem Pendidikan Eropa: Studi Sistem Pendidikan Di Finlandia. PeKA: Jurnal Pendidikan Ekonomi Akuntansi, 11(2), 88–96. https://journal.uir.ac.id/index.php/Peka/article/view/16414/6249
Urip Umayah, & Riwanto, M. A. (2020). Transformasi Sekolah Dasar abad 21 New Digital Literacy untuk Membangun Karakter Siswa di Era Global. JURNAL PANCAR (Pendidik Anak Cerdas Dan Pintar), 4(1), 1--10. http://ejournal.unugha.ac.id/index.php/pancar/article/view/308
Wahyu, M. A. (2025). Epistimologi Dalam Konsep Islam: Bayani, Burhani, dan Irfani. LintekEdu: Jurnal Literasi Dan Teknologi Pendidikan, 6(2), 285–302. https://ejurnals.com/ojs/index.php/jltp.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Arif Maulana Hakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





