Konsep Al-Ittihad Dan Hulul Dalam Tasawuf: Studi Komparatif Pemikiran Abu Yazid Al-Bustani Dan Al-Hallaj

Authors

  • Misrawati Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rahmi Damis Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Afifuddin Haritsah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Philosophy, Siyasah Law, Mashlahah, Shariah.

Abstract

This research conducts a comparative study of the concepts of al-ittihad and al-hulul in Sufism through the thoughts of two great Sufi figures Abu Yazid al-Bustani and al-Hallaj. These two concepts are important parts of philosophical Sufism that describe the highest spiritual experience of a Sufi in drawing closer to God. This study aims to analyze the biographies of both figures define the characteristics of each concept, and explain the relationship between al-ittihad and al-hulul. The method used is library research with a qualitative approach employing documentation techniques in data collection and inductive analysis in drawing conclusions. The results show that al-ittihad is the peak of mystical experience achieved through the stages of fana (the annihilation of self-awareness) and baqa (the permanence of divine attributes) where a Sufi feels union with God although in reality the two existences remain separate. Meanwhile, al-hulul is the doctrine that God takes place in the human body after human attributes are eliminated, resulting in the union between divine nature (lahut) and human nature (nasut). The relationship between the two is very close with the difference lying in the direction of union: in ittihad the Sufi's soul ascends to unite with God, while in hulul God's spirit descends to take place within the Sufi. Both concepts sparked controversy among scholars as they were considered contrary to the principle of tawhid but al-Ghazali emphasized that both must be understood metaphorically (majazi). The influence of both figures thoughts is highly significant in the development of Sufism and Islamic philosophy, including in the Indonesian archipelago through the concept of "manunggaling kawula gusti" developed by Syekh Siti Jenar.

Abstrak

Penelitian ini mengkaji secara komparatif konsep al-ittihad dan al-hulul dalam tasawuf melalui pemikiran dua tokoh sufi besar yaitu Abu Yazid al-Bustani dan al-Hallaj. Kedua konsep ini merupakan bagian penting dari tasawuf falsafi yang menggambarkan pengalaman spiritual tertinggi seorang sufi dalam mendekatkan diri kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biografi kedua tokoh, mendefinisikan karakteristik masing-masing konsep, serta menjelaskan hubungan antara al-ittihad dan al-hulul. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data, serta analisis induktif dalam menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-ittihad merupakan puncak pengalaman mistik yang dicapai melalui tahapan fana (lenyapnya kesadaran diri) dan baqa (kekalnya sifat ketuhanan) di mana seorang sufi merasakan persatuan dengan Tuhan meskipun secara hakiki dua wujud tetap terpisah. Sementara itu, al-hulul adalah ajaran bahwa Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia setelah sifat-sifat kemanusiaannya dilenyapkan sehingga terjadi penyatuan antara sifat ketuhanan (lahut) dan sifat kemanusiaan (nasut). Hubungan keduanya sangat erat dengan perbedaan pada arah penyatuan: Dalam ittihad ruh sufi naik menyatu dengan Tuhan, sedangkan dalam hulul ruh Tuhan turun mengambil tempat dalam diri sufi. Kedua konsep ini menuai kontroversi karena dianggap bertentangan dengan tauhid namun al-Ghazali menegaskan keduanya harus dipahami secara majazi (kiasan). Pengaruh pemikiran kedua tokoh ini sangat signifikan dalam perkembangan tasawuf dan filsafat Islam termasuk di Nusantara melalui konsep "manunggaling kawula gusti" yang dikembangkan oleh Syekh Siti Jenar.

References

al-Badawi, A.R,“Syathahat al-Sufiyyah”, (Kairo: Mathba'ah an-Nahdah al-Misriyyah, 1949), dikutip dalam Mukarromah, "Ittihad, Hulul, dan Wahdat al-Wujud,"

Anwar, Rosihon, “Akhlak Tasawuf”, (Bandung: Pustaka Setia, 2009)

Asmaran, “Pengantar Studi Tasawuf”, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996)

Dalmeri, "Menggugat Persatuan Roh Manusia dengan Tuhan: Dekonstruksi terhadap Paham Ittihad dalam Filsafat Abu Yazid al-Bustami”, Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, vol.20, no. 2 (2016).

Damis, Rahmi, "Al-Ittihad dalam Tasawuf”, Aqidah-Ta: Jurnal Ilmu Aqidah, vol. 3, no. 1 (2017)

Firmansyah, "Analisis Paham al-Ittihad dan al-Hulul dalam Tradisi Tasawuf Islam”, An-Natiq Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, vol. 1, no. 2 (2021)

Haeri, Fadhlalla, “The Elements of Sufism”, (Shaftesbury: Element Books, 2003)

Hamka, “Tasawuf Perkembangan dan Pemurniannya”, Cet XI, (Jakarta: PustakaPanjimas, 1984)

Hamka, Zainuddin, ”Husain Al-Hallaj Dan Ajarannya”, Ash- Shahabah Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam . Volume 4, Nomor 2, Juli 2018

Junaidin, Konsep Al-Fana’, Al-Baqa’ Dan Al-Ittihad Abu Yazid Al- Bustami”, FiTUA: Jurnal Studi Islam, vol 2(2), 2021

Mufidah,Wardatul, Dewi, Windy Chintya, Abitolkha, Amir Maliki, “Integrasi Sufisme dan Psikologi Transpersonal dalam Pembentukan Kesehatan Mental’, IDEA: Jurnal Psikologi, vol. 7(2), (2023), h. 63-74. https://doi.org/10.32492/idea.v7i2.1124

Mukarromah, Oom, “Ittihad, Hulul, dan Wahdat al-Wujud”, Tazkiya, vol. 16, no. 1 (2015)

Munawir, A. W, “Kamus al- munawwir Arab-Indonesia Terlengkap”, (Cet. XXV; Surabaya: Pustaka Progresif, 2000)

Munim Cholil, Abdul, “Al-Hallaj Menjemput Keabadian; Analisa Kritik Historis Dan Pendekatan Eksistensialisme”, Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam dan Tasawu, Vol 10, no 1,Maret 2024

Muniron, “Ittihad dan Hulul dalam Pandangan Al-Ghazali”, (Jember: STAIN Jember Press, 2013)

Nasution, Harun, “Falsafat dan Mistisme Dalam Islam”, (Jakarta: Bulan Bintang,(1992)

Nata, Abuddin, “Akhlak Tasawuf”, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1996)

Nata, Abudin, “Akhlak Tasawuf”, (Cet. X,Jakarta:PT Rajagrafindo Persada, 2011)

Sulaeman, Mubaidi,"Pemikiran Tasawuf Falsafi Awal: Rabi'ah al-Adawiyah, al Bustami, dan al-Hallaj," Refleksi, vil 20, no. 1 (2020)

Suryadilaga, Alfatih , “Miftahus Sufi”, (Yogyakarta: Teras, 2008)

Toriqularif, Muhammad, “Abu Yazid Al Bustami Dan Pengalaman Tasawufnya”, Al Falah, Vol. XVIII No. 2 Tahun 2018

Ulya, Nailul, “Ajaran Tasawuf Bermasalah sebelum Imam al-Ghazali”, Al-Banjari, vol 19, no. 1 (2020)

Yustandri Hardika Yusuf, Muhamad, Rahma Azhar Karania, Maftuh Ajmain, Siti Rihadatul Aisy, “Konsep Al-Fana’, Al-Baqa’, Dan Ittihad Dalam Tasawufthe Concept Of Al-Fana', Al-Baqa', And Ittihad In Tasawuf”, Jiic: Jurnal Intelek Insan Cendikia, Vol : 2 No: 3, Maret 2025 h4376

Zahri, Mustafa, ‘kunci Memahami Ilmu Tasawuf”, (Surabaya: Bina Ilmu, 1985)

Downloads

Published

2026-07-13