Pluralisme dalam Cermin Filsafat Islam dari Ibn Arabi hingga Hasan Hanafi
Keywords:
Pluralism, Religion, Ibn Arabi, Hassan Hanafi, Wahdat al-WujudAbstract
This study examines the genealogy and transformation of religious pluralism in Islamic philosophy by connecting Ibn Arabi's (1165–1240) Sufi metaphysics with Hassan Hanafi's (1935–2021) reform project. Amid rising interfaith conflicts and social fragmentation in the Muslim world including Indonesia, Islamic intellectual traditions offer significant resources for managing diversity. This research is the first to systematically link these two thinkers on religious pluralism. Using critical hermeneutics and comparative analysis, the study explores how Ibn Arabi's wahdat al-wujud (unity of being) provides an ontological foundation for pluralism affirming religious diversity as a legitimate Divine manifestation where every faith roots in a Single Reality. Concurrently, Hanafi's al-Turats wa al-Tajdid (Heritage and Renewal) offers a transformative approach through tradition critique and Occidentalism dismantling exclusive truth claims and encouraging contextual reinterpretation of sacred texts. Findings reveal significant convergences: acknowledgment of diversity as reality, rejection of absolute truth monopoly, and commitment to liberation from religious authoritarianism. The article demonstrates that Islamic philosophy contains rich conceptual resources that can contribute meaningfully to global discourses on religious pluralism while providing philosophical grounds for interfaith dialogue and social reconciliation in pluralistic Muslim societies. This research offers a decolonial perspective showing that Islamic intellectual heritage offers valuable frameworks for managing diversity. Its practical significance lies in contributing to tolerant and harmonious religious life in Indonesia's multicultural context.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji genealogi dan transformasi pluralisme agama dalam filsafat Islam dengan menghubungkan metafisika sufistik Ibn Arabi (1165–1240) dan proyek pembaruan Hassan Hanafi (1935–2021). Di tengah meningkatnya konflik antaragama dan fragmentasi sosial di dunia Muslim termasuk Indonesia, tradisi intelektual Islam menawarkan sumber daya penting bagi pengelolaan keragaman. Penelitian ini merupakan studi pertama yang secara sistematis menghubungkan kedua pemikir dalam konteks pluralisme agama menggunakan hermeneutika kritis dan analisis komparatif, artikel mengeksplorasi bagaimana wahdat al-wujud (kesatuan wujud) Ibn Arabi menjadi fondasi ontologis pluralisme menegaskan keragaman agama sebagai manifestasi Ilahi yang sah di mana setiap keyakinan berakar pada Realitas Tunggal. Sementara itu, al-Turats wa al-Tajdid (Tradisi dan Pembaruan) Hanafi menawarkan pendekatan transformatif melalui kritik tradisi dan oksidentalisme, membongkar klaim kebenaran tunggal dan mendorong reinterpretasi kontekstual teks suci. Temuan menunjukkan titik temu signifikan: pengakuan atas keragaman sebagai realitas, penolakan monopoli kebenaran mutlak, dan komitmen terhadap pembebasan dari otoritarianisme keagamaan. Artikel ini menunjukkan bahwa filsafat Islam memiliki kekayaan konseptual yang dapat berkontribusi secara bermakna dalam wacana global tentang pluralisme agama, sekaligus menyediakan landasan filosofis bagi dialog antaragama dan rekonsiliasi sosial di masyarakat Muslim yang plural. Penelitian ini menawarkan perspektif dekolonial bahwa warisan intelektual Islam menyediakan kerangka berharga bagi pengelolaan keragaman. Signifikansi praktisnya adalah kontribusi bagi kehidupan beragama yang toleran dan harmonis di Indonesia.
References
Adress, Muhammad, and Prawira Negara. 2022. “Reformulasi Konsep Tauhid : Studi Analisis Pemikiran Hassan Hanafi.” Islamadina: Jurnal Pemikiran Islam 23(2):133–51.
Anshory, Ali Ridwan, and Hanna Salsabila. 2024. “Epistemologi Dan Pendekatan-Pendekatan Hermeneutika Hasan Hanafi.” Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin 4(1):18–32. doi:10.15575/jpiu.32332.
Badruzaman, and Kiki Muhamad Hakiki. 2023. “Hasan Hanafi And The Idea Of Deconstruction Of Science Ushul Fiqh Towards The Reactualization Of Islamic Law.” Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama 18(2):315–37. http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alAdyan/article/download/30430/10292?__cf_chl_tk=I8ge_yHOmyBUOANtyTgPgOxynKZ5Cbvc5JrhXI7M6G8-1783867803-1.0.1.1-CDf7S3pLoU5NJnaq7cZMDX5qvceU6fu2Sg5zozj0fdI.
Chittick, William C. 1998. The Self-Disclosure of God: Principles of Ibn Al-’Arabī’s Cosmology. New York: SUNY Pressfile:///C:/Users/USER/Downloads/196-Article Text-344-2-10-20180511.pdf.
Eko Setiawan. 2017. “Konsep Teologi Pluralisme Gus Dur Dalam Meretas Keberagaman Di Indonesia.” Asketik 1(1):57–68. https://jurnalfuda.iainkediri.ac.id/index.php/asketik/article/view/1102/714.
Fauzan, M., Rio Hidayat, Nunu Burhanuddin, and Muhammad Okeh. 2024. “Hermeneutika Dalam Pemikiran Hassan Hanafi : Relevansinya Dalam Konteks Sosial Dan Politik Kontemporer Di Era Globalisasi.” Jurnal Pendidikan Tambusai 8(3):42975–87.
Fuady, M. Noor. 2015. “HERMENEUTIKA DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM.” TARBIYAH ISLAMIYAH 5:20–38. doi:http://dx.doi.org/10.18592/jtipai.v5i1.1823.
Kasdi, Abdurrohman, Umma Farida, and Hassan Hanafi. 2013. “PEMBAHARUAN ( Telaah Terhadap Pemikiran Hassan Hanafi ).” Fikrah I(2):231–52. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/fikrah/article/view/540/557.
Marlion, Ferki Ahmad, Kamaluddin Kamaluddin, and Putri Rezeki. 2021. “Tasybih At-Tamtsil Dalam Al-Qur΄an: Analisis Balaghah Pada Surah Al-Kahfi.” Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics 3(1):33. doi:10.31958/lughawiyah.v3i1.3210.
Mooduto, Dzulkifli M. 2021. “Konsepwahdatul Adyanibnu ‘Arabi Dalam Penyelesaian Konflik Agama.” Majalah Ilmiah Tabuah: Ta’limat, Budaya, Agama Dan Humaniora 25(1). https://rjfahuinib.org/index.php/tabuah/article/view/617.
Mustika Putri, Rini, Enoh, and Dewi Mulyani. 2022. “Nilai-Nilai Pendidikan QS. An-Nahl Ayat 90 Tentang Anjuran Untuk Melakukan Akhlakul Karimah.” Bandung Conference Series: Islamic Education 2(2):537–42. doi:10.29313/bcsied.v2i2.3868.
Rahmawati, Anisa. 2025. “Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Al-Qur’an Dan Al-Hadits.” Journal Of Scientific Studies And Multidisciplinary Research 2(2):236–43. https://www.journal.formadenglishfoundation.org/index.php/JSSMR/article/view/93/78.
Relevance, I. T. S., and T. O. Religious Diversity. 2016. “Ibn ‘Arabī’s Thought on Wa╩dah Al- Wujĭd and Its Relevance to Religious Diversity.” Ulumuna 20(1). https://mail.ulumuna.or.id/index.php/ujis/article/view/196/178.
Ridwan, Ridwan, Hamzah Harun, and Muhaimin Muhaimin. 2024. “Urban Sufisme Di Era Digital Dan Urban Salafi Di Era Kontemporer.” AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam Dan Bahasa Arab 3(4):468–80. doi:10.36701/qiblah.v3i4.1544.
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, Iryanto Irvan Jaya. 2024. “Transformasi Konsep Wahdat Al-Wujud Ibn Arabi Dalam Tasawuf Kontemporer Indonesia.” Studia Sosia Religia 2:306–12. https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ssr/article/view/25475/10665.
Rosyadi, Imron. 2021. “Revitalisasi Khazanah Islam Klasik Menurut Hassan Hanafi.” A-Qalam. https://www.journal.stit-insida.ac.id/index.php/alqalam/article/view/72.
Rufaiqoh, Elok, Umi Sumbulah, Ahmad Nuruddin, Asmad Hanisyi, and Zainal Arifin. 2023. “Hassan Hanafi’s Reformation in The Islamic World.” Jurnal Islam Nusantara 7(2):158. doi:10.33852/jurnalnu.v7i2.448.
Samsurrohman. 2017. “Menelisik Nilai Hermeneutik Tafsir Sufi Ibn ’Arabi Dalam Futuhat Al-Makkiyyah.” Qaf 1(2). https://ojs.unsiq.ac.id/index.php/qaf/article/view/2015.
Shorfana, M. Rizky, Universitas Islam, Negeri Sunan, Kalijaga Yogyakarta, and Universitas Islam Negeri. 2025. “QS . Al- Mā ’ Ūn Sebagai Teks Emansipatoris : Kritik Terhadap Simbolisme Keagamaan Digital Melalui Hermeneutika Pembebasan Hasan Hanafi.” Ulumul Qur’an: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 5(September):235–52.
Sulaeman, M. 2020. “Pemikiran Hermeneutika Al-Qur’an Hasan Hanafi Dalam Studi Al-Qur’an Di Indonesia.” SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam 1:1–26. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/salimiya/article/view/147/138.
Universitas, Mada, and Teologiese Studies. 2020. “Hasan Hanafi , New Theology and Cultural Revolution : An Analysis of Cultural Intensification.” 1–9.
Yunus, Firdaus M. 2014. “Agama Dan Pluarisme.” Islam Pantura 13(2):213–29.
Zahrani, Hani, and Rubini. 2023. “Pendekatan Hermeneutika Dalam Pengkajian Islam.” SALIHA: Jurnal Pendidikan & Agama Islam 6(2):171–96. doi:10.54396/saliha.v6i2.662.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Misrawati, Mutiara Octhariani, Wahyuddin Halim, Ruslan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





