Urgensi Adab Dalam Menuntut IlmuBagi Generasi Muslim Modern
Keywords:
Adab, Seeking Knowledge, Modern Muslim Generation, Learning Ethics, Blessing Of KnowledgeAbstract
Amidst the digitalization and liberalization of knowledge, the modern Muslim generation faces a major challenge in the form of easy access to information that is not always accompanied by a strengthening of adab (morality) in seeking knowledge. In fact, adab is not merely classical ethics, but rather the primary foundation that determines the blessings, depth of understanding, and usefulness of knowledge. This study aims to analyze the urgency of adab in seeking knowledge for the modern Muslim generation and its relevance in facing educational challenges in the digital era. This study used library research methods with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from various primary and secondary sources, including the Quran, hadith, religious texts, books, and scientific articles discussing the concept of adab in Islamic education. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify adab values relevant to the contemporary learning context. The results show that adab, such as sincerity in learning, humility, respect for teachers, maintaining ethical discussions, and straightening intentions, are fundamental elements that every Muslim student must possess. The loss of etiquette in the learning process can lead to distortion of knowledge, weakened moral authority, the emergence of arrogance, and a tendency to easily judge others. Research findings confirm that the modern Muslim generation is not satisfied with mere cognitive intelligence; it also requires a framework of etiquette that guides how they think, behave, and practice knowledge. Without etiquette, knowledge has the potential to become a tool to justify arrogance, conflict, and division. Therefore, revitalizing etiquette values in the formal, informal, and digital education ecosystems is an urgent need. This research concludes that etiquette is not an obstacle to progress, but rather a spirit that makes knowledge more meaningful, useful, and brings blessings to individuals and society.
Abstrak
Di tengah arus digitalisasi dan liberalisasi ilmu, generasi Muslim modern menghadapi tantangan besar berupa kemudahan akses informasi yang tidak selalu diiringi dengan penguatan adab dalam menuntut ilmu. Padahal, adab bukan sekadar etika klasik, melainkan fondasi utama yang menentukan keberkahan, kedalaman pemahaman, dan kemanfaatan ilmu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi adab dalam menuntut ilmu bagi generasi Muslim modern serta relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab ulama, buku, serta artikel ilmiah yang membahas konsep adab dalam pendidikan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi nilai-nilai adab yang relevan dengan konteks pembelajaran kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adab seperti kesungguhan dalam belajar, rendah hati, menghormati guru, menjaga etika dalam berdiskusi, serta meluruskan niat merupakan elemen fundamental yang harus dimiliki oleh setiap pelajar Muslim. Hilangnya adab dalam proses pembelajaran dapat menyebabkan distorsi ilmu, melemahnya otoritas moral, munculnya sikap sombong, serta kecenderungan mudah menghakimi orang lain. Temuan penelitian menegaskan bahwa generasi Muslim modern tidak cukup hanya memiliki kecerdasan kognitif, tetapi juga membutuhkan kerangka adab yang membimbing cara berpikir, bersikap, dan mengamalkan ilmu. Tanpa adab, ilmu yang dimiliki berpotensi menjadi alat pembenaran atas kesombongan, konflik, dan perpecahan. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai adab dalam ekosistem pendidikan formal, informal, maupun digital menjadi suatu kebutuhan mendesak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adab bukan penghambat kemajuan, melainkan ruh yang menjadikan ilmu lebih bermakna, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi individu maupun masyarakat.
References
Ain, N. K., Rohmah, N., Mahmoud, M., & Japakiya, I.(2025). Transformation of Islamic Educational Values in Generation Z: Challenges and Opportunities. SYAMIL: Journal of Islamic Education, 13(2), 203-222. [https://doi.org/10.21093/sy.v13i2.10862] (https://doi.org/10.21093/sy.v13i2.10862)
Al-Attas, S. M. N. (1980). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. Kuala Lumpur: Muslim Youth Movement of Malaysia (ABIM). [Dikenali sebagai sumber utama konsep adab dan ta'dib; dirujuk secara langsung dalam paragraf dan juga ditemukan dalam berbagai literatur sekunder yang relevan dengan era digital] .
Al-Ghazali, A. H. M. (n.d.). Iḥyā' 'Ulūm al-Dīn (The Revival of Religious Sciences). [Sumber utama ajaran tentang kesucian hati, ketawadhu'an, dan etika menuntut ilmu; secara eksplisit disebut dalam paragraf pendahuluhan].
al-Hassan, R. (2023). Neuro-Adab: The Neuroscience of Islamic Learning Ethics. Journal of Islamic Psychology and Education, 5(2), 112-130. [Disebut dalam artikel sebagai rujukan teori neuro-adab yang menstabilkan fungsi otak]
Al-Zarnūjī, B. (n.d.). Ta'līm al-Muta'allim Ṭarīq al-Ta'allum (Instruction of the Student: The Method of Learning). [Sumber klasik fundamental yang membahas pilar-pilar adab belajar seperti niat, kesungguhan, dan hormat kepada guru; menjadi rujukan utama di seluruh artikel. Banyak studi modern yang mengkaji kitab ini]
Amnur, M., Safitri, A. H., Sari, H. P., & Hasani, S.(2025). Dehumanisasi Teknologi dan Tantangan Pendidikan Islam: Sebuah Tinjauan Filosofis. Indonesian Journal of Islamic Education and Local Culture (IJIELC), 3(2). [https://doi.org/10.22437/ijielc.v3i2.49567] (https://doi.org/10.22437/ijielc.v3i2.49567)
Arifudin, I., & Akil, M. (2024). Efektivitas Program Pembiasaan Adab Terintegrasi terhadap Peningkatan Karakter Hormat Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1). [Disebut dalam artikel sebagai penelitian tentang peningkatan rasa hormat siswa hingga 54%]
Arifudin, I., & Akil, M. (2024). Efektivitas Program Pembiasaan Adab Terintegrasi terhadap Peningkatan Karakter Hormat Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1). [Disebut dalam artikel sebagai penelitian tentang peningkatan rasa hormat siswa hingga 54% melalui program pembiasaan adab terintegrasi].
Askar. (2026, April 26). Pedagogi Cinta sebagai Dasar Rekonstruksi Otoritas Pendidik di Era Digital. UIN Datokarama Palu. [https://uindatokarama.ac.id/pedagogi-cinta-sebagai-dasar-rekonstruksi-otoritas-pendidik-di-era-digital/](https://uindatokarama.ac.id/pedagogi-cinta-sebagai-dasar-rekonstruksi-otoritas-pendidik-di-era-digital/)
Azizi, M. F. S., & Sukmawati, A. (2025). Pemanfaatan Instagram sebagai Model Integratif Pembelajaran Adab Digital dalam Pembelajaran Pendidikan Islam di SMA. Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management (AICLeMa), 2, 351-362. [Membahas model integratif pembelajaran adab digital menggunakan media sosial Instagram, relevan dengan gaya belajar Generasi Z] .
Education, 10(2). [Studi kasus yang sangat relevan tentang implementasi program mentoring adab yang terintegrasi dengan kewarganegaraan digital (digital citizenship) di pesantren, termasuk nilai tabayyun dan amanah di dunia maya] .
Fauzi, A., dkk. (2024). Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Monitoring Pelanggaran Adab di Ruang Belajar Virtual. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 6(2). [Disebut dalam artikel sebagai tawaran penelitian terbaru tentang penggunaan AI]
Fauzi, A., et al. (2024). Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Monitoring Pelanggaran Adab di Ruang Belajar Virtual. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 6(2). [Disebut dalam artikel sebagai tawaran penelitian terbaru tentang penggunaan AI untuk mengingatkan pelanggaran adab].
Hassan, R., & Ahmad, N. (2020). The Correlation between Adab and Academic Achievement in Madrasah Aliyah. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5(1). [Disebut dalam artikel sebagai penelitian sebelumnya yang mengukur hubungan adab dengan prestasi akademik di madrasah].
Humayra, T. A. (2025). Developing Qur'an-Based Islamic Financial Literacy: A Digital Educational Game Innovation for Generation Z. Unisia, 43(2). [https://doi.org/10.20885/unisia.vol43.iss2.art15](https://doi.org/10.20885/unisia.vol43.iss2.art15)
Ibnu Khaldun. (n.d.). Muqaddimah. [Sumber teori Uṣūl al-Tarbiyah yang menekankan pentingnya menyesuaikan metode pengajaran dengan kebiasaan dan kondisi psikologis peserta didik ('ādah dan aḥwāl); disebut dalam pendahuluan].
In'ami, M., Bambang, & Wekke, I. S. (2025). Contextualising Adab in Islamic Education from the Perspective of Al-Attas. Journal of Al-Tamaddun, 20(1), 145–158. [Sebuah kajian akademis terbaru yang mengontekstualisasikan pemikiran Al-Attas tentang adab dalam kerangka pendidikan Islam modern] .
Izzah, N. Y., & Aisyah, N. (2026). Social Behavior Disruption Among Muslim Students Due to the TikTok Syndrome: A Study of Digital Ethics in Islamic Education. Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(2). [https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/edureligia/article/view/13082](https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/edureligia/article/view/13082)
Jannah, I. W., & Maulani, H. (2025). Penerapan Adab Chatting sebagai Cerminan Nilai-Nilai Dirāsah Islāmiyyah. Jurnal Jawara: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(2). [https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JAWARA/article/view/38265](https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JAWARA/article/view/38265)
Kahfi, A. (2026). Transformasi dan Resiliensi Pendidikan Pesantren Di Era Digital: Analisis Sosio-Religius Terhadap Adaptasi Pembentukan Identitas Keagamaan Generasi Z. Jurnal Al-Qalam, 13(2). [https://journal.uinalauddin.ac.id/index.php/jai/article/view/65779] (https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/jai/article/view/65779)
Kholik, A., & Mahrudin, A. (2013). Konsep Adab Belajar Murid Dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim. Jurnal Sosial Humaniora, 4(1). [Sebuah analisis akademis tentang konsep adab belajar dalam kitab Ta'lim al-Muta'allim, mengklasifikasikannya ke dalam adab terhadap Allah, diri sendiri, sesama, dan ilmu]
Luffi, N. A. (2026). Teaching Islam to Generation Z: New Strategies in Islamic Education. Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam, 18(1). [https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/insis/article/view/29312](https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/insis/article/view/29312)
Mahmud, H., & Kurniawan, D. (2023). Integrasi Nilai Adab dalam Kurikulum Merdeka Belajar. Jurnal Studi Islam dan Sosial, 12(2). [Disebut dalam artikel sebagai rekomendasi untuk mengintegrasikan nilai adab ke dalam setiap mata pelajaran].
Noor Syahida Md Soh, et al. (2025). Aplikasi Model A.D.A.B dalam Kaedah Penerapan Nilai Murni bagi Kursus Mata Pelajaran Pengajian Umum (MPU) di UiTM. ATTARBAWIY: Malaysian Online Journal of Education, 9(1). [Membahas model A.D.A.B yang diterapkan di perguruan tinggi untuk menanamkan nilai murni, sejalan dengan konsep built-in belief dalam Pendidikan 5.0]
Paramansyah, A. (2020). Pendidikan Berbasis Masyarakat dalam Kerangka Partisipatif. Proceedings of Annual Conference on Islamic Education and Social Science. [Disebut dalam hasil penelitian tentang krisis adab di Gampong Lieue]
Rahman, A., & Nurhayati, S. (2022). Kendala Guru PAI dalam Mengontrol Sikap Siswa di Ruang Digital. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(1). [Disebut dalam artikel yang menemukan bahwa 67% guru PAI di perkotaan kesulitan mengontrol sikap siswa di ruang digital karena minimnya adab].
Ramadhanil, A., & Aripin, S. (2025). Tantangan dan Solusi Pendidikan Islam di Era Revolusi Digital dan Kecerdasan Buatan (AI). Socius: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(2). [https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/download/2534/2695](https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/article/download/2534/2695)
Yunita, I., Saidah, A., & Fahmi, M. (2025). The Imperative of Integrating Knowledge and Adab in Reconstructing Islamic Education in the Digital Era: A Study of AI-Attas's Thought. Jurnal Pendidikan Islam, 11(2). [Artikel ini secara langsung membahas relevansi konsep integrasi ilmu dan adab dari Al-Attas untuk menjawab tantangan disrupsi digital di pendidikan Islam] .
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Niatul Sovia, Rahmatul Riza, Niquela Fyolinky, Muhamad Yahya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





