Hidup Sederhana Dan Larangan Mubadzir Dalam Perspektif Al-Qur'an: Kajian Qs. Al-Furqan: 67 Dan Qs. Al-Isra': 26–30

Authors

  • Dayang Nurhaliza Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Btatusangkar
  • Alifriadi Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Btatusangkar
  • Muhamad Yahya Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Keywords:

Simple Living, Wasteful, Israf, QS. Al-Furqan Verse 67

Abstract

Living simply and avoiding wasteful behavior are fundamental values ​​in Islamic teachings, serving as guidelines for managing wealth and meeting life's needs proportionally. Amidst a growing consumer culture and waste of resources, examining the Quranic values ​​of simplicity and the prohibition of wastefulness are highly relevant. This article aims to analyze the concept of living simply in Surah Al-Furqan, verse 67, and the prohibition of wastefulness in Surah Al-Isra', verses 26–30, while also identifying their implications for social, economic, and environmental life in the modern era. This study employed a library research method with a thematic interpretation (maudhu'i) approach. Data were obtained from the Quran, hadith, classical and contemporary commentaries, and various relevant scientific literature. Data analysis was conducted through the process of collecting, classifying, interpreting, and synthesizing sources related to the research theme. This study employed a library research method with a thematic interpretation (maudhu'i) approach. Data were obtained from the Qur'an, hadith, classical and contemporary commentaries, and various relevant scientific literature. Data analysis was conducted through the process of collecting, classifying, interpreting, and synthesizing sources related to the research theme. The results of the study indicate that QS. Al-Furqan verse 67 emphasizes the principle of balance (wasathiyah) in the use of wealth, namely not being wasteful (israf) and not being stingy (taqtir), but rather managing expenses proportionally according to needs. Meanwhile, QS. Al-Isra' verses 26-30 emphasize the obligation to fulfill the rights of relatives, the poor, and travelers, and prohibit wasteful behavior which is seen as an action that deviates from divine and humanitarian values. Both groups of verses contain character education values ​​in the form of simplicity, responsibility, social concern, and wise resource management. These values ​​are also relevant to the concepts of simple living, zero waste, and sustainable development that are developing in modern society. Thus, living simply and avoiding wasteful behavior, as taught in the Quran, is not only oriented towards individual spiritual development but also contributes to the creation of social justice, societal welfare, and environmental sustainability.

Abstrak

Hidup sederhana dan menjauhi perilaku mubazir merupakan nilai fundamental dalam ajaran Islam yang berfungsi sebagai pedoman dalam mengelola harta dan memenuhi kebutuhan hidup secara proporsional. Di tengah meningkatnya budaya konsumtif dan pemborosan sumber daya, kajian terhadap nilai-nilai Al-Qur’an tentang kesederhanaan dan larangan mubazir menjadi sangat relevan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep hidup sederhana dalam QS. Al-Furqan ayat 67 serta larangan mubazir dalam QS. Al-Isra’ ayat 26–30, sekaligus mengidentifikasi implikasinya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan pada era modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap sumber-sumber yang berkaitan dengan tema penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis terhadap sumber-sumber yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Al-Furqan ayat 67 menegaskan prinsip keseimbangan (wasathiyah) dalam penggunaan harta, yaitu tidak bersikap boros (israf) dan tidak pula kikir (taqtir), melainkan mengelola pengeluaran secara proporsional sesuai kebutuhan. Sementara itu, QS. Al-Isra’ ayat 26–30 menekankan kewajiban menunaikan hak kerabat, fakir miskin, dan musafir, serta melarang perilaku mubazir yang dipandang sebagai tindakan yang menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan. Kedua kelompok ayat tersebut mengandung nilai-nilai pendidikan karakter berupa kesederhanaan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan pengelolaan sumber daya yang bijaksana. Nilai-nilai tersebut juga memiliki relevansi dengan konsep simple living, zero waste, dan pembangunan berkelanjutan yang berkembang dalam masyarakat modern. Dengan demikian, hidup sederhana dan menjauhi perilaku mubazir sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada pembinaan spiritual individu, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya keadilan sosial, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

References

Abdurrahman. (2024). Metode Penelitian Kepustakaan dalam Pendidikan Islam. Adabuna : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 3(2), 102–113. https://doi.org/10.38073/adabuna.v3i2.1563

Adyatama, M. F., Utami, A., & Abubakar, A. (2024). Konsep Hidup Sederhana Dalam Al-Qur’an: 12(3).

Ali, M. H., & Rusmana, D. (2021). Konsep Mubazir dalam Al-Qur’an: Studi Tafsir Maudhu’i. Jurnal Riset Agama, 1(3), 11–29. https://doi.org/10.15575/jra.v1i3.15065

Amalia, N., & Lathifah, N. (2024). Circular Economy Dan Implikasinya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hijau Di Indonesia. 2(2).

Amini, N., & Sari, Y. M. (2022). Penanaman Nilai Kesederhanaan Sejak Dini dalam Perspektif Hadits. Jurnal Amal Pendidikan, 3(2), 134. https://doi.org/10.36709/japend.v3i2.28871

Mauluddin, Moh., & Habibah, N. (2022). Pola Hidup Sederhana Dalam Kajian Tafsir Maudhu’i. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir, 5(2), 231–249. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v5i2.1397

Mila Amelia, Zaenal Abidin, & Muhammad Alif. (2024). Pola Hidup Sederhana dalam Perspektif Hadis di Era Konsumtif. Madinah: Jurnal Studi Islam, 11(1), 90–98. https://doi.org/10.58518/madinah.v11i1.2438

Muchtar, E. H. (2025). Tafsir Maudhu’i Q.S. Al-Isra’ Ayat 26–27: Solusi Qur’ani Fenomena Fomo Dan Gaya Hidup Konsumtif Gen-Z. 4.

Priyadi, B. P. (2005). Pendekatan Kualitatif. 2(2).

Rahmatika, A. N., & Widyaningsih, B. (2025). Islamic Value Based Circular Economy Education Model in Pesantren Integrating Green Economy Principles and Santri Learning.

Riska Khairani, Saripuddin, S., & Enny Fitriani. (2023). Esensi Gaya Hidup Minimalis: Studi Living Qur’an Surah Al-Furqan ayat 67 Perspektif Generasi Milenial di Kota Medan. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 2(1), 91–102. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i1.16

Rozzaq, A., & Mujahid, K. (2024). Larangan Berperilaku Boros dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. TSAQOFAH, 4(1), 895–912. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i1.2627

Sabrina, H. N., & Bisnis, M. (n.d.). Hakikat Gaya Hidup Minimalis Studi Living Qur’an Surat Al-Furqon Ayat 67.

Suwignyo, P., Arkananta, R. E., Singgih, M. L., Fudhla, A. F., & Juniani, A. I. (2021). Literature Review Model Circular Economy Dan Potensi Pengembangannya. Jiso : Journal of Industrial and Systems Optimization, 4(2), 122. https://doi.org/10.51804/jiso.v4i2.122-131

Syukriya, A. J., & Safitri, L. R. (2021). Zero Waste Lifestyle Concept Within Islamic-Science Prespective. Journal of halal product and research, 4(1), 32. https://doi.org/10.20473/jhpr.vol.4-issue.1.32-42

Tansen, R., Maulidya, P. N., Ilham, F. Y., & Wahyuni, J. (2022). Tren Gaya Hidup Minimalis di Sosial Media dan Dampaknya Pada Mahasiswa.

Tauhid, T., Hadari, H., & Sunantri, S. (2024). Penafsiran Mubazzir Dalam Al-Qur’an: Studi Analisis Tafsir Al-Khazin. Jurnal SAMBAS (Studi Agama, Masyarakat, Budaya, Adat, Sejarah): Journal of Religious, Community, Culture, Costume, History Studies), 7(1), 23–36. https://doi.org/10.37567/sambas.v7i1.3126

Waruwu, M. (2024). Pendekatan Penelitian Kualitatif: Konsep, Prosedur, Kelebihan dan Peran di Bidang Pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211. https://doi.org/10.59698/afeksi.v5i2.236

Yusgiantara, A. (n.d.). Menghindari Perilaku Berlebihan: Membumikan Gaya Hidup Islami Dalam Mengatasi Israf, Tabdzir, Dan Bakhil.

Downloads

Published

2026-06-16