Dialektika Epistemologi Dalam Perspektif Humanisme Islam: Analisis Pemikiran Filosofis Muhammad Arkoun

Authors

  • Firdaus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Ferlita Anggreni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Ruslan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Islamic Epistemology, Islamic Humanism, Critique of Islamic Reason

Abstract

This study aims to analyze the dialectics of epistemology from the perspective of Islamic humanism through the philosophical thought of Muhammad Arkoun. It is based on the assumption that the crisis of contemporary Islamic thought is rooted not only in socio-political factors but also in epistemological stagnation, which has fostered textual, exclusive, and less adaptive modes of religious reasoning toward the development of modern knowledge. This research employs a library research method using a philosophical approach and descriptive-critical analysis. Primary data are drawn from Muhammad Arkoun's major works, while secondary sources consist of scholarly books, journal articles, and previous studies discussing the Critique of Islamic Reason, Applied Islamology, and contemporary Islamic epistemology. The analysis focuses on Arkoun's concepts of historical criticism, deconstruction, multidisciplinary approaches, and the reconstruction of Islamic reason. The findings reveal that Arkoun's epistemological project seeks to transform Islamic reasoning from a dogmatic paradigm into a critical, historical, and humanistic framework. By criticizing the sacralization of religious thought, Arkoun proposes the integration of Islamic sciences with the social sciences and humanities as the foundation for renewing Islamic studies. His concept of Islamic humanism positions human beings as active subjects in understanding, interpreting, and actualizing Islamic values while preserving the authority of revelation as the primary normative source. This study concludes that Arkoun's philosophical thought significantly contributes to the renewal of Islamic epistemology by synthesizing the Islamic intellectual tradition with modern methodologies, thereby establishing an inclusive, dialogical, contextual, and humanistic paradigm capable of addressing the challenges of contemporary Muslim societies.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis dialektika epistemologi dalam perspektif humanisme Islam melalui pemikiran filosofis Muhammad Arkoun. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa krisis pemikiran Islam kontemporer tidak hanya dipengaruhi oleh faktor sosial-politik, tetapi juga oleh stagnasi epistemologis yang melahirkan cara berpikir tekstual, eksklusif, dan kurang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis dan analisis deskriptif-kritis. Data primer diperoleh dari karya-karya Muhammad Arkoun, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang membahas kritik nalar Islam, Islamologi Terapan (Applied Islamology), serta epistemologi Islam kontemporer. Analisis dilakukan melalui interpretasi kritis terhadap konsep Critique of Islamic Reason, historisitas, dekonstruksi, dan pendekatan multidisipliner yang dikembangkan Arkoun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek epistemologi Arkoun merupakan upaya merekonstruksi nalar Islam dari paradigma yang bersifat dogmatis menuju paradigma yang kritis, historis, dan humanistik. Melalui kritik terhadap sakralisasi pemikiran keagamaan, Arkoun menawarkan integrasi ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu sosial dan humaniora sebagai landasan pembaruan studi Islam. Humanisme Islam yang dikembangkannya menempatkan manusia sebagai subjek aktif dalam memahami, menafsirkan, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam tanpa mengurangi otoritas wahyu sebagai sumber normatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Muhammad Arkoun memberikan kontribusi signifikan terhadap pembaruan epistemologi Islam melalui sintesis antara tradisi intelektual Islam dan metodologi modern sehingga menghasilkan paradigma humanisme Islam yang inklusif, dialogis, kontekstual, dan relevan dalam menjawab tantangan masyarakat Muslim kontemporer.

References

Arkoun, Mohammed. Islam Kontemporer Menuju Dialog Antar Agama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001.

Arkoun, Mohammed. Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers. Boulder: Westview Press, 1994.

Arkoun, Mohammed. The Unthought in Contemporary Islamic Thought. London: Saqi Books, 2002.

Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. 5th ed. California: SAGE Publications, 2018.

Dzukroni, Arisy Abror. "Integrasi Ilmu Keislaman dan Sosial Humaniora dalam Studi Islam: Kritik Epistemologi Muhammad Arkoun terhadap Metodologi Studi Islam." At-Turāṡ: Jurnal Studi Keislaman 9, no. 1 (2022)

Efendi, Erfan, "Epistemologi Pemikiran Muhammad Arkoun dan Relevansinya bagi Pemikiran Keislaman." Jurnal An Nûr VI, no. 1 (2014)

Khairunnisa, Ifrah Muliyani E. Pulungan, dan Fauziah Nasution. "Menakar Ulang Historisitas al-Qur'an: Kritik Epistemik atas Pemikiran Muhammad Arkoun." IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman 9, no. 4 (2025)

Krippendorff, Klaus. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. 4th ed.California: SAGE Publications, 2018.

Misnawati, Samsul Bahri, dan Muhammad Nuzul Abrar. "Pemikiran Mohammed Arkoun dalam Penafsiran Kontemporer." Jurnal Mudarrisuna 12, no. 2 (2022)

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.

Prakoso, Tjahyo Adji. "Seputar Antropologi Agama: Pandangan tentang Islamologi Aplikatif Muhammad Arkoun." Indonesian Journal of Islamic Theology and philosophy 5, no 2 (2023).

Downloads

Published

2025-07-06