Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur'an dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Authors

  • Suci Fitri Rahmadani UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Zetri Setiawan UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Muhamad Yahya UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Keywords:

Environmental Conservation, Hadith, Khalifah, Qur’an, Sustainable Development

Abstract

Environmental degradation has become an increasingly alarming global issue due to human activities that disregard ecological balance. Excessive mining exploitation, environmental pollution, global warming, erosion, abrasion, and exaration are forms of environmental damage that threaten the sustainability of human life and other living organisms. From an Islamic perspective, the Qur’an and Hadith provide guidance regarding human responsibility to protect and preserve nature as a trust from Allah SWT. This study aims to analyze the implementation of Qur’anic and Hadith values in environmental conservation through the examination of QS. Ar-Rum (30): 41–42, QS. Al-Qasas (28): 77, and QS. Al-Baqarah (2): 30. This research employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were collected from the Qur’an, Hadith, books, and relevant scientific articles and analyzed using content analysis techniques. The findings reveal that QS. Ar-Rum (30): 41–42 explains environmental destruction as a consequence of exploitative human behavior, QS. Al-Qasas (28): 77 emphasizes the prohibition of causing damage to nature, while QS. Al-Baqarah (2): 30 positions humans as khalifah (stewards) responsible for maintaining environmental sustainability. These values can be implemented through pollution reduction, wise resource management, the application of the reduce, reuse, and recycle (3R) principles, and reforestation programs to support sustainable development.

Abstrak

Kerusakan lingkungan hidup menjadi salah satu permasalahan global yang semakin mengkhawatirkan akibat aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan alam. Eksploitasi tambang yang berlebihan, pencemaran lingkungan, pemanasan global (global warming), erosi, abrasi, dan eksarasi merupakan bentuk kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Dalam perspektif Islam, Al-Qur’an dan hadis memberikan pedoman mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga dan melestarikan alam sebagai amanah dari Allah Swt. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dalam upaya pelestarian lingkungan hidup melalui kajian QS. Ar-Rum (30): 41–42, QS. Al-Qasas (28): 77, dan QS. Al-Baqarah (2): 30. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rum (30): 41–42 menjelaskan kerusakan lingkungan sebagai akibat perilaku manusia yang eksploitatif, QS. Al-Qasas (28): 77 menegaskan larangan melakukan kerusakan alam, sedangkan QS. Al-Baqarah (2): 30 menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pengurangan pencemaran, pengelolaan sumber daya secara bijak, penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), serta kegiatan reboisasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

References

Ali Nurdin, & Ahmad, A. (2025a). Landasan Ekoteologis dan Tafsir Aplikatif Masjid Bayt Al-Qur’an PSQ dalam Konservasi Lingkungan: Bayt Al-Qur’an PSQ Mosque Ecotheological and Applied Tafsir Approach to Environmental Conservation. Jurnal Bimas Islam, 18(1), 187–226. https://doi.org/10.37302/jbi.v18i1.1522

Helmi, F., Nurhakim, I., & Munawar, A. (2026a). Qur’anic Ecotheology as Environmental Critique: Reinterpreting Fasad fi al-Ard in QS. Ar-Rum [30]: 41 in Extractive Economic Practices. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 5(1), 201–222. https://doi.org/10.23917/qist.v5i1.15973

Helmi, F., Nurhakim, I., & Munawar, A. (2026b). Qur’anic Ecotheology as Environmental Critique: Reinterpreting Fasad fi al-Ard in QS. Ar-Rum [30]: 41 in Extractive Economic Practices. QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 5(1), 201–222. https://doi.org/10.23917/qist.v5i1.15973

Nurin, N. A., & Musoffa, A. (2025). Deforestasi Dalam Sorotan Wahyu: Studi Tematik Ayat-ayat Ekologis Perspektif Tafsir al-Sha’rawi. AS-SAHLA JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES, 1(2), 147-162.

Rahmawati, M., & Barni, M. (2026). Degradasi Lingkungan Sebagai Pedagogi Moral: Pembacaan Pendidikan Al-Qur’an terhadap Q.S. Ar-Rūm (30) : 41. PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction, 10(1), 45–58. https://doi.org/10.32616/pgr.v10.1.543.45-58

Rifzikka, S. A. (2024). STUDI ANALISIS TAFSIR SURAH AR-RUM AYAT 41 TENTANG KERUSAKAN LINGKUNGAN. Journal of Islamic Studies and Humanities, 9(2), 254–298. https://doi.org/10.21580/jish.v9i2.23659

Sutrisno, F. I. N., & Azmi, M. (2025). Eksploitasi Lingkungan dalam QS. Ar-Rum Ayat 41 (Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar dan Al-Misbah). Mashahif: Journal of Qur’an and Hadits Studies, 5(1).

Zuhdi, A., Bilhaq, M. A. M., & Putri, L. R. (2024). Islamic Philosophy’s Approach to Environmental Ethics: An Analysis of the Teachings of the Qur’an and Hadith. Journal of Noesantara Islamic Studies, 1(4), 198–213. https://doi.org/10.70177/jnis.v1i4.1392

Downloads

Published

2026-06-18