Menakar Daulat Rakyat dan Daulat Tuanku: Analisis Komparatif Sistem Pemerintahan Republik Indonesia dan Monarki Konstitusional Malaisia
Keywords:
Measuring, Sovereignty, Comparative, Indonesia, MalaysiaAbstract
The governmental system of a state is inseparable from the concept of sovereignty as the primary source of political legitimacy. Indonesia and Malaysia are two Southeast Asian countries with relatively similar historical and cultural backgrounds, yet they adopt different systems of government. Indonesia applies a republican system grounded in the principle of popular sovereignty, while Malaysia implements a constitutional monarchy characterized by the concept of daulat Tuanku. These conceptual differences have significant implications for the organization of government and the practice of public administration in each country. This study aims to analyze and compare the governmental systems of the Republic of Indonesia and the constitutional monarchy of Malaysia by focusing on the concept of sovereignty and its implications for public administration. This research employs a qualitative approach using literature review and comparative analysis of constitutional documents, statutory regulations, and relevant scholarly works. The findings indicate that the principle of popular sovereignty in Indonesia positions the people as the primary source of state authority, which is reflected in democratic mechanisms and bureaucratic accountability. Meanwhile, the concept of daulat Tuanku in Malaysia places the monarch as a symbol of state sovereignty within a constitutional framework, contributing to political stability and continuity of governance. These differences influence the characteristics of public administration, particularly in terms of legitimacy, bureaucratic structure, and governance practices. This study finds that differences in the concept of sovereignty between Indonesia and Malaysia shape distinct patterns of governmental organization and public administration. The principle of popular sovereignty in Indonesia necessitates robust democratic mechanisms and high levels of bureaucratic accountability, whereas the concept of daulat Tuanku in Malaysia supports political stability through the constitutional and symbolic role of the monarch. Accordingly, efforts to strengthen governance in both countries should be grounded in public administration policies that reflect the institutional characteristics of their respective governmental systems and adhere to principles of effective and sustainable governance.
Abstrak
Sistem pemerintahan suatu negara tidak dapat dilepaskan dari konsep kedaulatan yang menjadi sumber legitimasi kekuasaan. Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang relatif serumpun, namun menganut sistem pemerintahan yang berbeda. Indonesia menganut sistem republik dengan prinsip daulat rakyat, sedangkan Malaysia menerapkan sistem monarki konstitusional yang dikenal dengan konsep daulat Tuanku. Perbedaan konseptual tersebut berimplikasi pada pola penyelenggaraan pemerintahan dan administrasi publik di masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem pemerintahan Republik Indonesia dan Monarki Konstitusional Malaysia dengan menitikberatkan pada konsep kedaulatan serta implikasinya terhadap penyelenggaraan administrasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis komparatif terhadap konstitusi, peraturan perundang-undangan, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep daulat rakyat di Indonesia menempatkan rakyat sebagai sumber utama kekuasaan negara yang tercermin dalam mekanisme demokrasi dan akuntabilitas birokrasi. Sementara itu, konsep daulat Tuanku di Malaysia menempatkan raja sebagai simbol kedaulatan negara dalam kerangka konstitusional, yang berkontribusi terhadap stabilitas politik dan kontinuitas pemerintahan. Perbedaan tersebut memengaruhi karakteristik administrasi publik, khususnya dalam hal legitimasi kekuasaan, pola birokrasi, dan tata kelola pemerintahan. Studi ini menyimpulkan bahwa perbedaan konsep kedaulatan antara Indonesia dan Malaysia berpengaruh signifikan terhadap pola penyelenggaraan sistem pemerintahan dan administrasi publik. Penerapan prinsip daulat rakyat di Indonesia menuntut mekanisme demokrasi dan akuntabilitas birokrasi yang kuat, sementara konsep daulat Tuanku di Malaysia berkontribusi pada stabilitas politik melalui peran simbolik raja dalam kerangka monarki konstitusional. Penguatan tata kelola pemerintahan di Indonesia dan Malaysia memerlukan penyesuaian kebijakan administrasi publik yang selaras dengan karakter sistem pemerintahan masing-masing, dengan mengacu pada praktik tata kelola yang efektif dan berkelanjutan
References
Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar ilmu hukum tata negara.
Bogdanor, V. (1995). The monarchy and the constitution. Oxford University Press.
Budiardjo, M. (2003). Dasar-dasar ilmu politik. Gramedia pustaka utama.
Dicey, A. V. (1915). Introduction to the Study of the Law of the Constitution 8th Ed. Macmillan.
Fitriyani, A., Rosadi, A. D., Laila, F., Puspita, D., & Imron, A. (2024). Determinan Persepsi Perilaku Generasi Milenial Dengan Generasi Z Mempengaruhi Keputusan Dalam Pemilihan Umum Tahun 2024. Journal of Education Science (JES), 10(April). https://jurnal.uui.ac.id/index.php/jes/article/view/3695/1839
Hakim, R. (2023). Penegakan hukum tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh anak dalam perspektif undang-undang nomor 35 tahun 2009. Jurnal Preferensi Hukum, 4(2), 280. https://ejurnal.warmadewa.ac.id/index.php/juprehum/article/view/7745/4804
Harding, A. (2022). The constitution of Malaysia. Bloomsbury Publishing.
Hasanah, H., & Sukmawan, S. (2021). Berbingkai Kemajemukan Budaya, Bersukma Desakalapatra: Selidik Etnografi atas Tradisi Tengger. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 4(1), 79–90. https://doi.org/10.30872/diglosia.v4i1.102
Hazell, R., & Morris, B. (2020). The role of monarchy in modern democracy: European monarchies compared. Bloomsbury Publishing.
Herman, S., Sunuwati, Badruzzaman, & Ibrahim, A. (2022). Analysis of Islamic Law on the Pre-Wedding Phenomena (Study in the Photo Studios in Parepare). Marital: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 51–68. https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/marital_hki/article/view/3181/1093
Iswardhana, M. R. (2023). Meninjau Kembali Kasus Suap Jaksa Pinangki Berdasarkan Penegakan Hukum Yang Berkeadilan dan Keadilan Sosial. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 1080–1090. http://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5180
Jreisat, J. E. (2019). Comparative public administration and policy. Routledge.
Jurnal, E., Hukum, I., Awaluddin, S., Gani, E. S., Sisin, S., Rusman, L., & Tubaka, M. R. (2023). Kejahatan Online Marketplace dalam Kriminologi dan Pengembangan Hukum Pidana Indonesia Institut Agama Islam Negeri Ambon , Indonesia. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum Dan Administrasi Negara, 1. https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/Eksekusi/article/view/1799/2136
Lijphart, A. (1999). Patterns of democracy: Government forms and performance in thirty-six countries. Yale University Press.
Mia Amalia. (2016). Analisis Terhadap Tindak Pidana Prostitusi Di Hubungkan Dengan Etika Moral Serta Upaya Penanggulangan Di Kawasan Cisarua Kampung Arab. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, Vol 2 no 2, 863.
Nurdin. (2011). Konsep Keadilan dan Kedaulatan dalam Perspektif Islam dan Barat. Media Syari’ah, Vol. XIII(1), 121–130.
Pollitt, C., & Bouckaert, G. (2017). Public management reform: A comparative analysis-into the age of austerity. Oxford university press.
Putra, M. M. Q. A. R. (2022). Tinjauan Fiqih Siyasah Terhadap Pemilihan Kepala Daerah Secara Langsung Di Indonesia. הארץ.
Rinaldi, F. A., & Wijaya, B. K. (2025). Efektivitas Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Perbankan : Studi Kasus Pembobolan Dana Nasabah. 2(2), 3437–3447. https://teewanjournal.com/index.php/peng/article/view/1508
Satria, N., & Chahnia, J. (2024). Integrasi Prinsip Syura dan Demokrasi : Tinjauan Pemilihan Kepala Daerah dalam Hukum Islam dan Indonesia. Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan Islam, 14(2), 19. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/654-1541-1-SM (1).pdf
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Federal Constitution of Malaysia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mukhammad Rifqy Fillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





