Pengembaraan Intelektual Menuju Sufi Imam Al-Ghazali dan Konsep Tasawufnya

Authors

  • Mutiara Octhariani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rahmi Damis Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Afifuddin Haritsah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Al-Ghazali, Intellectual Journey, Sufism, Ma'rifat, Spiritual Crisis

Abstract

Imam Al-Ghazali (1058–1111 M) stands as one of the most influential figures in the realm of Islamic thought. Widely recognized as a scholar, philosopher, theologian, and Sufi, he successfully integrated reason, revelation, and the spiritual dimension within his works. This paper examines Al-Ghazali’s intellectual journey spanning his tenure as a prominent professor at the Nizamiyya Madrasa in Baghdad to his transition toward a Sufi lifestyle—and articulates the concept of Sufism he developed. Employing a literature-based approach, the study explores the intellectual and spiritual crisis Al-Ghazali experienced, which ultimately drove him to renounce worldly grandeur and choose seclusion in pursuit of an inner quest. The findings indicate that Al-Ghazali’s spiritual and intellectual journey gave rise to a moderate form of Sunni Sufism that harmonizes Sharia (Islamic law) with Haqiqa (spiritual truth). His core concepts encompass ma'rifat (gnosis); maqamat (spiritual stations) such as repentance, patience, asceticism, reliance on God, divine love, and contentment; as well as methods for the purification of the soul. Al-Ghazali’s Sufi thought has had a profound impact, extending beyond the Islamic world to the Malay Archipelago and even influencing Christian thought during the Middle Ages.

Abstrak

Imam Al-Ghazali (1058–1111 M) adalah salah satu figur paling berpengaruh dalam khazanah pemikiran Islam. Ia dikenal luas sebagai ulama, filsuf, teolog, dan sufi yang berhasil memadukan akal, wahyu, serta dimensi spiritual secara utuh dalam karya-karyanya. Tulisan ini mengulas perjalanan intelektual Al-Ghazali, mulai dari masa jayanya sebagai guru besar di Madrasah Nizamiyah Baghdad hingga pergeserannya menuju kehidupan sufistik, serta merumuskan konsep tasawuf yang ia kembangkan. Dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menelusuri krisis keilmuan dan kejiwaan yang dialami Al-Ghazali, yang pada akhirnya mendorongnya untuk melepaskan kemegahan duniawi dan memilih mengasingkan diri guna menempuh pencarian batiniah. Temuan kajian menunjukkan bahwa perjalanan spiritual dan intelektual Al-Ghazali melahirkan tasawuf sunni yang bersifat moderat, yang menggabungkan antara syariat dan hakikat. Konsep-konsep utamanya mencakup ma'rifat, maqamat seperti taubat, sabar, zuhud, tawakal, mahabbah, dan ridha, serta metode pembersihan jiwa. Pemikiran tasawuf Al-Ghazali memberikan dampak yang luas, tidak hanya di lingkungan Islam, melainkan juga hingga ke kepulauan Nusantara dan bahkan memengaruhi pemikiran Kristen pada masa Abad Pertengahan.

References

Al-Ghazali, Abu Hamid. Al-Munqidh mina adh-Dhalal. Beirut: al-Maktabah al-Sha'biyah, 1962.Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya 'Ulum al-Din, Jilid III dan IV. Kairo: Mustafa al-Babi al-Halabi.

Al-Ghazali, Ringkasan Ihya Ulumuddin, Terj. Zeid Husein al-Hamid. Jakarta: Pustaka Amani, 2007.

Al-Ghazali, Abu Hamid. Minhaj al-'Abidin (terj. Menuju Mukmin Sejati). Bogor: Yayasan Islamic Center al-Ghazali, 2000.

Al-Ghazali, Abu Hamid. Terjemahan Mukasyafah al-Qulub; al-Mugarib ila Hadhrah al-Ghuyub fi 'Ilmi al-Tashawwuf, penerjemah Abu Hamida al-Faqir. Bandung: Marja', 2003.

Ahmad Bangun Nasution & Rayani Hanum Siregar, Akhlak Tasawuf, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.

Achmad Khudori Soleh, Skeptisisme al-Ghazali, Malang: UIN-Maliki Press, 2009.

Asmaya, Enung. "Hakikat Manusia dalam Tasawuf Al-Ghazali." Komunika, IAIN Purwokerto, 2018. DOI: 10.24090/komunika.v12i1.1377.

Abidin Ibnu Rusn, Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.

Atabik, Ahmad. "Telaah Pemikiran Al-Ghazali tentang Filsafat." Jurnal Fikrah 2, no. 1 (Juni 2014): 19-40.

Ismail, A. Ilyas, dan Badrah Uyuni. "Ghazali's Sufism and Its Influence in Indonesia." DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies* 4, no. 1 (2020): 21-44.

Karim, M, Biografi Imam Al-Ghazali. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2014.

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2017)

Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008)

Madjid, Nurcholish, Khazanah Intelektual Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1998.

Mahfidhoh, Wasiatul. "Al-Ghazali: Implementasi Tasawuf Falsafi dalam Kehidupan Sehari-Hari." Journal of Islamic Thought and Philosophy 2, no. 1 (2023): 54-68.

Nasution, Harun. Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. Jakarta: Bulan Bintang, 1978.

Nata, Abuddin. Akhlak Tasawuf. Jakarta: Rajawali Pers, 2000.

Qusyairi, Risalah Qusyairiyah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2007.

Sholihin, Muhammad, dkk. Kamus Tasawuf. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2002.

Syofrianisda, dan M. Arrafie Abduh. "Corak dan Pengaruh Tasawuf Al-Ghazali Dalam Islam." Jurnal Ushuluddin, UIN Suska Riau, 2017.

"Konsep Ma'rifatullah Menurut Al-Ghazali." Jurnal Ar-Raniry, 2015.

Ummu Kalsum Yunus, Ilmu Tasawuf, Makassar: Alauddin Press, 2011.

Zainuddin dkk, Seluk Beluk Pendidikan dari Al-Ghazali. Jakarta: Bumi Aksara, 1991.

Zainal Abidin Ahmad, Riwayat Hidup Imam Al-Ghazali Surabaya: Bulan Bintang, 1999.

Downloads

Published

2026-07-13