Mahabbah dalam Perspektif Jalaluddin Rumi dan Ibn 'Arabi: Analisis Komparatif dan Relevansinya dalam Tradisi Tasawuf Falsafi
Keywords:
Mahabbah, Jalaluddin Rumi, Ibn Arabi, Philosophical Sufism, Wahdat al-WujūdAbstract
The concept of mahabbah (Divine love) is one of the central themes in the Sufi tradition, serving as the spiritual path toward closeness to God. Among the prominent Sufi figures who made significant contributions to the development of this concept are Jalaluddin Rumi and Ibn Arabi. Although both regard mahabbah as the essence of the spiritual journey, they approach it from different perspectives. Rumi emphasizes mystical experience, spiritual transformation, and symbolic expression through poetry, whereas Ibn Arabi develops the concept within the metaphysical framework of wahdat al-wujūd (the Unity of Being) and the doctrine of tajallī (Divine manifestation). This study aims to analyze the concept of mahabbah according to Jalaluddin Rumi and Ibn Arabi, identify the similarities and differences in their thought, and explain the conceptual relationship between them within the tradition of philosophical Sufism. This research employs a library research method with a descriptive-comparative approach. The data are collected from the primary works of both scholars, including Mathnawī, Dīwān-i Shams-i Tabrīzī, Al-Futūḥāt al-Makkiyyah, and Fuṣūṣ al-Ḥikam, supported by relevant scholarly literature. The findings reveal that Rumi understands mahabbah primarily as a profound spiritual experience leading to self-purification and the union of human will with the Divine through love. In contrast, Ibn Arabi conceives mahabbah as an ontological principle that explains the relationship between God, the universe, and humanity through Divine manifestation (tajallī). Despite their different emphases, both thinkers agree that mahabbah is the ultimate path toward ma'rifah (gnosis) and spiritual perfection. Their ideas therefore complement one another in shaping the tradition of philosophical Sufism by integrating ethical, spiritual, and metaphysical dimensions, making their thought highly relevant to the development of contemporary Islamic spirituality.
Abstrak
Konsep mahabbah (cinta Ilahi) merupakan salah satu tema sentral dalam tradisi tasawuf yang menjadi jalan spiritual menuju kedekatan dengan Allah. Di antara tokoh sufi yang memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan konsep tersebut adalah Jalaluddin Rumi dan Ibnu Arabi. Meskipun keduanya sama-sama menempatkan mahabbah sebagai inti perjalanan spiritual, pendekatan yang digunakan memiliki karakteristik yang berbeda. Rumi lebih menekankan dimensi pengalaman mistik, transformasi jiwa, dan ekspresi simbolik melalui puisi, sedangkan Ibnu Arabi mengembangkan konsep mahabbah dalam kerangka metafisika wahdat al-wujūd dan teori tajallī. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mahabbah menurut Jalaluddin Rumi dan Ibnu Arabi, mengidentifikasi persamaan serta perbedaan pemikiran keduanya, dan menjelaskan hubungan konseptualnya dalam tradisi tasawuf falsafi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Data diperoleh dari karya-karya primer kedua tokoh, seperti Mathnawī, Dīwān-i Shams-i Tabrīzī, Al-Futūḥāt al-Makkiyyah, dan Fuṣūṣ al-Ḥikam, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep mahabbah menurut Rumi berorientasi pada pengalaman spiritual yang melahirkan penyucian jiwa dan penyatuan kehendak dengan Tuhan melalui cinta. Sementara itu, Ibnu Arabi memandang mahabbah sebagai prinsip ontologis yang menjelaskan hubungan antara Tuhan, alam semesta, dan manusia melalui manifestasi Ilahi (tajallī). Meskipun memiliki titik tekan yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam memandang mahabbah sebagai jalan menuju ma'rifah dan kesempurnaan spiritual. Oleh karena itu, pemikiran Rumi dan Ibnu Arabi saling melengkapi dalam membangun tradisi tasawuf falsafi yang mengintegrasikan dimensi etika, spiritualitas, dan metafisika serta tetap relevan bagi pengembangan spiritualitas Islam kontemporer.
References
Afifi, Abu al-'Ala', ed. Fuṣūṣ al-Ḥikam. Beirut: Dār al-Kitāb al-'Arabī, 1946.
Al-Ghazali, Abu Hamid. Iḥyā' 'Ulūm al-Dīn. Kairo: Dar al-Hadis, 2019.
Al-Isfahani, Abu Nu'aym. Ḥilyat al-Awliyā' wa Ṭabaqāt al-Aṣfiyā'. Beirut: Dār al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1999.
Al-Qusyairi, Abu al-Qasim. Al-Risālah al-Qusyairiyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2001.
Al-Qusyairi, Abu al-Qasim. Al-Risālah al-Qusyairiyyah, ed. Abdul Halim Mahmud dan Mahmud bin al-Sharif. Kairo: Dār al-Ma'ārif, 1966.
Chittick, William C. The Sufi Path of Love: The Spiritual Teachings of Rumi. Albany: State University of New York Press, 1983.
Chittick, William C. The Sufi Path of Knowledge: Ibn al-'Arabi's Metaphysics of Imagination. Albany: State University of New York Press, 1989.
Corbin, Henry. Creative Imagination in the Sufism of Ibn 'Arabi. Princeton: Princeton University Press, 1969.
Falihin, Dalilul, Moch. Qasim Mathar, dan Barsihannor. "The Meaning of Mahabbah According to Ibn 'Arabi's Perspective." Jurnal Diskursus Islam 10, no. 1 (2022): 1–17.
Hajriansyah. "Pengalaman Beragama Sufi Jalaluddin Rumi dalam Perspektif Psikologi." Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin 14, no. 1 (2015): 49–62.
Ibn 'Arabi. Al-Futūḥāt al-Makkiyyah. Beirut: Dār Ṣādir, t.t., 2010.
Ibn 'Arabi. Tarjumān al-Ashwāq. Diterjemahkan oleh Reynold A. Nicholson. London: Royal Asiatic Society, 1911.
Krippendorff, Klaus. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. 4th ed. Thousand Oaks: Sage Publications, 2019.
Murata, Sachiko. The Tao of Islam: A Sourcebook on Gender Relationships in Islamic Thought. Albany: State University of New York Press, 1992.
Nasr, Seyyed Hossein. The Garden of Truth: The Vision and Promise of Sufism, Islam's Mystical Tradition. New York: HarperOne, 2007.
Nasution, Ahmad Bangun, dan Rayani Hanum Siregar. Akhlak Tasawuf: Pengenalan, Pemahaman, dan Pengaplikasiannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2015.
Nicholson, Reynold A., trans. The Mathnawi of Jalaluddin Rumi. 8 vols. London: Luzac & Co., 1925–1940.
Octafany, Assya. "Konsep Mahabbah Jalaluddin Rumi." Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam 20, no. 2 (2021): 215–231.
Quraish Shihab, M. Membumikan Al-Qur'an. Vol. 2. Jakarta: Lentera Hati, 2011.
Rumi, Jalaluddin. Fihi Ma Fihi. Yogyakarta: Forum, 2014.
Rumi, Jalaluddin. The Essential Rumi. Diterjemahkan oleh Coleman Barks. San Francisco: HarperCollins, 1995.
Schimmel, Annemarie. Mystical Dimensions of Islam. Chapel Hill: University of North Carolina Press, 1975.
Schimmel, Annemarie. The Triumphal Sun: A Study of the Works of Jalaluddin Rumi. Albany: State University of New York Press, 1993.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2022.
Syukur, M. Amin. Tasawuf Kontekstual: Solusi Problem Manusia Modern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Ash Shabur, Rahmi Damis, Afifuddin Harisah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





