Hukum Islam Dan Hukum Nasional Dalam Pemikiran M. Amin Abdullah Dan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie
Keywords:
Islamic Law, National Law, Integration, Amin Abdullah, Jimly AsshiddiAbstract
The integration of Islamic law and national law constitutes one of the fundamental issues in the development of Indonesia’s pluralistic legal system. The existence of Islamic law as a living law within Indonesian society necessitates an appropriate formulation to ensure its synergy with the national legal system, which is based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This article examines the thoughts of M. Amin Abdullah and Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie regarding the integration of Islamic law and national law. M. Amin Abdullah proposes the paradigm of integration–interconnection as an epistemological approach to overcoming the dichotomy between Islamic law and modern law, while Jimly Asshiddiqie emphasizes the importance of harmonizing religious law with state law within a constitutional framework. This study employs a normative juridical method with conceptual and philosophical approaches. The findings indicate that the ideas of both scholars complement one another in constructing a national legal system that is inclusive, responsive, and just.
Abstrak
Integrasi hukum Islam dan hukum nasional merupakan salah satu isu fundamental dalam pembangunan hukum di Indonesia yang bercorak pluralistik. Keberadaan hukum Islam sebagai living law di tengah masyarakat Indonesia menuntut adanya formulasi yang tepat agar dapat bersinergi dengan sistem hukum nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Artikel ini mengkaji pemikiran M. Amin Abdullah dan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie mengenai integrasi hukum Islam dan hukum nasional. M. Amin Abdullah menawarkan paradigma integrasi-interkoneksi sebagai pendekatan epistemologis untuk mengatasi dikotomi antara hukum Islam dan hukum modern, sedangkan Jimly Asshiddiqie menekankan pentingnya harmonisasi hukum agama dengan hukum negara dalam kerangka konstitusional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual dan filosofis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran kedua tokoh tersebut saling melengkapi dalam membangun sistem hukum nasional yang inklusif, responsif, dan berkeadilan.
References
A, Abdullah M. Islamic Studies Di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Abdullah, Amin M. “New Horizons of Islamic Studies Through Socio-Cultural Hermeneutics.” Al-Jami Ah Journal of Islamic Studies 41, no. 1 (2018): 1–24. https://doi.org/10.14421/ajis.2003.411.1-24.
Aristan, Kurniati, and Qadir Gassing. “Hukum Islam Dalam Dinamika Legislasi Nasional Di Indonesia.” Jurnal Tana Mana 4, no. 3 (2024): 451–59. https://ojs.staialfurqan.ac.id/jtm/article/view/762/475.
B, Hooker M. ). Indonesian Islam: Social Change through Contemporary Fatawa. Honolulu: University of Hawai’i Press., 1999.
Badan Pembinaan Hukum Nasional. Naskah Akademik Rancangan Undang Undang Tentang Perubahan atas Undang undang Nomor 30 Tahun 1999 Tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (2024).
Erman S. Saragih. “Analisis Dan Makna Teologi Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Konteks Pluralisme Agama Di Indonesia.” Jurnal Teologi Cultivation 2, no. 1 (2018): 1–14. http://jurnal.stakpntarutung.ac.id/index.php/Jurnal-Teologi-Cultivation.
Fatonah, Dzakie. “Meluruskan Pemahaman Pluralisme Agama Di Indonesia.” Al-Adyan: Journal of Religious Studies IX, no. 1 (2014): 79–94. https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/alAdyan/article/view/1408/1114.
J, Asshiddiqie. Hukum Tata Negara Dan Pilar-Pilar Demokrasi. Jakarta: Konstitusi Press, 2006.
Latupono, Barzah. “Kajian Juridis Dampak Poligami Terhadap Kehidupan Keluarga.” Bacarita Law Journal 1, no. 1 (2020): 15–27. https://doi.org/10.30598/bacarita.v1i1.2788.
M, Mahfud MD. Politik Hukum Di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
Masyitoh, Dewi, Rahma Dewi Mustika, Ahilla Salma Alfaza, and A F Hidayatullah. “Amin Abdullah Dan Paradigma Integrasi- Interkoneksi.” Jurnal Sains Dan Humaniora 4 (2020): 81–88. https://jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/JSSH/article/view/5973/3493.
Nur, Avita, and Rizki Darlin Dkk. Pendakatan Dalam Studi Islam Teori Dan Aplikasi. Yogyakarta: -Media bekrjasama dengan FSH dan Hukum Press UIN Sunan Kalijaga, 2009.
Nurtanto, Satriawan. “Implementasi Pasal 32 Ayat 2 Pp No 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Studi Putusan Pengadilan Nomor 179/Pdt/2018/Bdg.” Media Bina 14, no. 24 (2019): 2701–14. https://ejurnal.binawakya.or.id/index.php/MBI/article/view/399/pdf.
Q, Azizy A. Hukum Nasional: Eklektisisme Hukum Islam Dan Hukum Umum. Jakarta: Teraju, 2004.
Rusydi, Ibnu. “TINJAUAN YURIDIS TERHADAP HAK WARIS ANAK HASIL PERKAWINAN SIRI.” Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 2019. https://doi.org/10.25157/jigj.v7i1.2145.
Satria, Novi, and Juwi Chahnia. “Integrasi Prinsip Syura Dan Demokrasi : Tinjauan Pemilihan Kepala Daerah Dalam Hukum Islam Dan Indonesia.” Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan Islam 14, no. 2 (2024): 19. file:///C:/Users/ASUS/Downloads/654-1541-1-SM (1).pdf.
Sutikno,Kurniati, Lomba Sultan. “Konsep Maslahat d Alam Pandangan Imām Mālik, Al Ghazali, Dan Al Tufiy.” Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial Islam 11, no. 01 (2023): 43–60. https://doi.org/10.30868/am.v11i01.3908.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muh. Saidil Awwam, Muh. Nur Cholis, Kurniati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





