Rekonstruksi Maqāṣid Al-Syarī‘Ah Dalam Pemikiran Hukum Islam Kontemporer Di Indonesia

Authors

  • Muh. Saidil Awwam UIN Alauddin Makassar, Indonesia
  • Muh. Nur Cholis UIN Alauddin Makassar, Indonesia
  • Kurniati UIN Alauddin Makassar, Indonesia

Keywords:

Maqāṣid Al-Sharī‘Ah, Contemporary Islamic Law, Ijtihād, Legal Pluralism, Indonesia

Abstract

Social, political, and legal developments in the modern era have generated various challenges that necessitate the renewal of Islamic legal thought. Classical fiqh approaches, which tend to be textual and normative, are considered insufficient to address contemporary issues such as human rights, democracy, gender justice, and legal pluralism, particularly in the Indonesian context. These challenges demand a more adaptive and contextual methodology of ijtihād that prioritizes public welfare (maṣlaḥah). This study aims to analyze the reconstruction of maqāṣid al-sharī‘ah as a methodology of ijtihād in contemporary Islamic legal thought, especially in Indonesia. The research employs a qualitative method with a normative-conceptual approach through library research. Data are collected from classical Islamic legal works, particularly those of al-Shāṭibī, as well as contemporary scholars such as Jasser Auda, supported by relevant academic journal articles. The findings reveal that contemporary maqāṣid al-sharī‘ah approaches have shifted from a rigid legal-formal orientation toward a more systemic, contextual, and multidimensional framework. Jasser Auda’s system-based approach to maqāṣid emphasizes openness, justice, and the protection of human rights as core objectives of Islamic law. This approach is considered highly relevant in addressing the challenges of Islamic law in Indonesia’s pluralistic and democratic society. Therefore, the reconstruction of maqāṣid al-sharī‘ah can serve as a significant methodological foundation for developing Islamic law that is both normatively grounded and socially responsive.

Abstrak

Perkembangan sosial, politik, dan hukum di era modern telah melahirkan berbagai persoalan baru yang menuntut pembaruan paradigma dalam pemikiran hukum Islam. Pendekatan fikih klasik yang cenderung bersifat tekstual dan normatif dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab kompleksitas isu-isu kontemporer, seperti hak asasi manusia, demokrasi, keadilan gender, serta pluralitas sistem hukum yang berkembang di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut adanya metodologi ijtihad yang lebih adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi konsep maqāṣid al-syarī‘ah sebagai metodologi ijtihad dalam pemikiran hukum Islam kontemporer, khususnya dalam konteks penerapannya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-konseptual melalui studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari karya-karya ulama klasik, terutama al-Syāṭibī, serta pemikir kontemporer seperti Jasser Auda, disertai dengan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah kontemporer mengalami pergeseran paradigma dari pendekatan legal-formal menuju pendekatan sistemik dan multidimensional. Jasser Auda, misalnya, mengembangkan teori maqāṣid berbasis sistem yang menekankan keterbukaan, keadilan, dan perlindungan hak asasi manusia sebagai tujuan utama syariat. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dalam menjawab tantangan hukum Islam di Indonesia yang bercorak pluralistik dan demokratis. Dengan demikian, rekonstruksi maqāṣid al-syarī‘ah dapat menjadi landasan metodologis penting bagi pengembangan hukum Islam yang responsif terhadap dinamika sosial tanpa kehilangan nilai-nilai normatif syariat.

References

Arsyad, Aisyah. “Evolusi Problem Sosial Nikah Siri: Rekonseptualisasi Hukum Perkawinan Dalam Islam.” Jurnal Sipakalebbi 4, no. 1 (2020): 306–31. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jsipakallebbi.v4i1.14600.

Budiman. “Tinjauan Maqasid Al- Syari‘ah Pada Pasal 56 Dan 57 Kompilasi Hukum Islam Tentang Izin Poligami.” ISTI’DAL; Jurnal Studi Hukum Islam 5, no. 1 (2018): 1–20. https://ejournal.unisnu.ac.id/JSHI/article/view/841.

Deski, Ahmad. “Maqasid Syari’ah Menurut Abdul Wahab Khalaf.” Al-Furqan 7, no. 1 (2022): 203–13. https://ejournal.staidapayakumbuh.ac.id/index.php/alfurqan/article/view/59.

Hartati Rismauli, Naeli Umniati. “Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Terhadap Pengedar Narkotika Jenis Sabu Dalam Warung.” Jurnal Pendidikan Dan Konseling 4 (2022): 1349–58.

Helim, Abdul, and Aris Sunandar Suradilaga. “PENGGUNAAN METODE MAQASID AL- SYARI ‘ AH” 18, no. 1 (2022): 57–70. https://doi.org/10.23971/jsam.v18i1.3925.

Huda, Misbahul, and Fitria Maeliniatun Nazilah. “Pandangan Ḥanāfiyah Dan Syāfi’iyah Tentang Kontradiksi Dalil Pemukulan Suami Terhadap Istri.” Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum Dan Studi Islam 5, no. 1 (2023): 1–28.

Irodat, Ahsan, and Efi Afifi. “Tranformasi Maqosidus Syari’ah; Revitalisasi Qowaidul Fiqhiyah.” Ta’dibiya 4 (2024): 37–49. https://pppm.staisman.com/index.php/japi/article/view/145/164.

Kharisudin, Kharisudin. “Nikah Siri Dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Undang-Undang Perkawinan Indonesia.” Perspektif 26, no. 1 (2021): 48–56. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i1.791.

Mubiin, Ajmal Nazirul, and Tajul Arifin. “Childfree Dalam Perspektif Hukum Islam Ditinjau Dari Hadits Riwayat Imam Muslim No. Hadits 1631.” Tashdiq 1, no. 2 (2023): 1–12. https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/article/view/2003/1861.

Prihantoro, Syukur. “Maqasid Al-Syari’Ah Dalam Pandangan Jasser Auda (Sebuah Upaya Rekontruksi Hukum Islam Melalui Pendekatan Sistem).” Jurnal At-Tafkir X, no. 1 (2017): 120–35. https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/at/article/view/235/139.

Rohman, Holilur. “Maqasid Al-Syari’ah Mazhab Syafi’i Dan Urgensinya Dalam Ijtihad Kontemporer.” Jurnal Hukum Islam 16, no. 2 (2018): 205–21. https://e-journal.uingusdur.ac.id/jhi/article/view/7026/1597.

Sareh, Nurkholis, and Abdul Muid Nawawi. “Power Politics in the Qurᾱn: Hizbut Tahrir Indonesia and the Concept of Caliphate in Al-Wa’Ie By Rokhmat S. Labib.” Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur’an Dan Tafsir 7, no. 1 (2022): 55–76. https://doi.org/10.32505/at-tibyan.v7i1.3889.

Soni Irawan, Ah. “MaqāShid Al-Sharīah Jasser Auda Sebagai Kajian Alternatif Terhadap Permasalahan Kontemporean.” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 3, no. 1 (2022): 39–55. https://doi.org/10.51675/jaksya.v3i1.192.

Suprihat, Ade, and Nurhasan. “Tafsir Ayat Tentang Siyasah ( Qs . Ali-Imran : 159 ).” At-Tarbiyah 1, no. 2 (2019): 24–31. http://jurnal.staisabili.net/index.php/At-Tarbiyah/article/view/32.

Ulumuddin, Thoriq, M. Habibi, and Riyanton Riyanton. “Kesesuaian Fiqih Talak Syi’Ah Imamiyyah Dengan Aturan Perkawinan Di Indonesia.” Asy-Syari’ah 23, no. 2 (2022): 245–60. https://doi.org/10.15575/as.v23i2.12109.

Downloads

Published

2026-02-03