Nilai-Nilai Sosial pada Novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Karya Hamka: Kajian Hermeneutika Gadamer
Keywords:
Social Values, Gadamer's Hermeneutics, Hamka, Minangkabau, Social CriticismAbstract
This study aims to describe the social values contained in Hamka's novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck using Gadamer's Hermeneutics approach. This novel contains social criticism of Minangkabau customs based on a matrilineal kinship system, especially regarding social acceptance, identity, and power relations within the customary structure. Through a qualitative descriptive research method based on literature study, data was collected through in-depth reading of the novel text and relevant supporting literature. Analysis was carried out using descriptive methods, content analysis, and a hermeneutic approach, specifically the concept of horizon fusion and Gadamer's hermeneutic circle. The results show that the novel contains various social values reflected through the main character's conflicts, especially regarding the power of love, determination, social acceptance, customary injustice, and criticism of cultural ethnocentrism. Love is depicted as a moral force that can overcome social boundaries, while determination becomes a form of resistance to rigid customary norms. On the other hand, society's rejection of Zainuddin shows how customs can become a discriminatory mechanism of social control. Through a hermeneutic approach, these social values are understood as Hamka's moral message to balance tradition with universal humanitarian values. Thus, this study confirms that the novel "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" is not only a romantic literary work, but also a means of social criticism that raises awareness of the importance of inclusiveness, humanity, and renewal within customary structures.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Hamka dengan menggunakan pendekatan Hermeneutika Gadamer. Novel ini memuat kritik sosial terhadap adat Minangkabau yang berlandaskan sistem kekerabatan matrilineal, terutama terkait penerimaan sosial, identitas, serta relasi kekuasaan dalam struktur adat. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, data dikumpulkan melalui pembacaan mendalam terhadap teks novel serta literatur pendukung yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif, analisis konten, dan pendekatan hermeneutika, khususnya konsep fusi horizon dan lingkaran hermeneutik Gadamer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut memuat berbagai nilai sosial yang tercermin melalui konflik tokoh utama, terutama terkait kekuatan cinta, keteguhan hati, penerimaan sosial, ketidakadilan adat, serta kritik terhadap etnosentrisme budaya. Cinta digambarkan sebagai kekuatan moral yang dapat mengatasi batas sosial, sedangkan keteguhan hati menjadi bentuk perlawanan terhadap norma adat yang kaku. Di sisi lain, penolakan masyarakat terhadap Zainuddin menunjukkan bagaimana adat dapat menjadi mekanisme kontrol sosial yang diskriminatif. Melalui pendekatan hermeneutika, nilai-nilai sosial tersebut dipahami sebagai pesan moral Hamka untuk menyeimbangkan adat dengan nilai kemanusiaan universal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck bukan hanya karya sastra bernuansa romansa, tetapi juga sarana kritik sosial yang menggugah kesadaran tentang pentingnya sikap inklusif, kemanusiaan, dan pembaruan dalam struktur adat
References
Amirah Budi, Rosdiawati Rosdiawati, and Asrina Endarwaty. “Analisis Nilai Religius Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ‘Karya Hamka.’” DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra 4, no. 4 (2024): 816–21. https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i4.1128.
Ardianta, Shidiq. “Hegemoni Adat Minangkabau Dalam Novel ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wick’ Karya Hamka.” ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia 7, no. 2 (2024): 131–42. https://doi.org/10.29240/estetik.v7i2.9790.
Asrori, Ahmad. “Radikalisme Di Indonesia: Antara Historisitas Dan Antropisitas.” Kalam 9, no. 2 (2017): 253. https://doi.org/10.24042/klm.v9i2.331.
Cahyani, Dian Indah, Farizan Fahmi, and Randa Anggarista. “Analisis Marxisme Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka: Perspektif Model Genetik Lucien Goldmann.” Tirai Edukasi : Jurnal Pendidikan 8, no. 2 (2026): 8–10. https://doi.org/10.37824/h3qrj719.
Elfira, Elfira, Najamuddin Najamuddin, and Bahri Bahri. “Adat Limayya Dalam Struktur Lembaga Pemerintahan Adat Ammatoa Di Tana Toa Kajang Bulukumba.” Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. 2 (2024): 3099–3116. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/9245/6725.
Fatia Harahap, Nazua, Nurul Azwa, and Yuli Fitriyanti. “Manajemen Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Sebagai Sumber Pembelajaran PAI Berbasis Literasi Sastra” 4, no. 2 (2025): 247. https://doi.org/10.35719/managiere.v4i2.2441.
Hakim, Lukmanul, Hasyim Asy, Alim Wal, K H Hasyim Asy, Alim Wal, K H Hasyim Asy, Alim Wal, K H Hasyim, and A Pendahuluan. “ADABUL ‘ ALIM WAL MUTA ’ ALIM Pendidikan Adalah Sebuah Usaha Yang Ditempuh Oleh Manusia Dalam Rangka Untuk Memperoleh Ilmu Yang Kemudian Dijadikan Sebagai Dasar Untuk Bersikap Dan Berperilaku . Karena Proses Pembentukan Karakter Manusia . Pendidikan Bisa.” Jurnal Media Kita 03 (2019): hlm, 56. https://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-aune03bf3adb3full.pdf.
Harjon, Yasintus. “Sumbangan Konsep Fusi Horizon Dalam Hermeneutika Gadamer Bagi Proses Perumusan Sila Pertama Pancasila.” Pancasila: Jurnal Keindonesiaan 3, no. 2 (2023): 179–90. https://doi.org/10.52738/pjk.v3i2.169.
Janah, Nasitotul. “Pendekatan Normativitas Dan Historisitas Serta Implikasinya Dalam Perkembangan Pemikiran Islam.” Cakrawala: Jurnal Studi Islam 13, no. 2 (2018): 102–19. https://doi.org/10.31603/cakrawala.v13i2.2331.
Lani, Oktri Permata, Refika Mastanora, and Irta Sulastri. “Membumikan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.” Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 8, no. 1 (2023): 87. https://doi.org/10.29240/jdk.v8i1.7625.
Lobubun, Muslim, Yohanis Anthon Raharusun, and Iryana Anwar. “Inkonsistensi Peraturan Perundang-Undangan Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Di Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 2 (2022): 294–322. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i2.294-322.
Maulana, Imran, Yusra Dewi Siregar, and Kasron Muhsin Nasution. “Analisis Sejarah Sosial Masyarakat Batubara Serta Dinamika Etnis Dalam ‘Mission to The East Coast of Sumatra’ Oleh John Anderson (Abad Ke-19).” Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial 3, no. 4 (2025): 349–59. https://doi.org/10.5281/zenodo.17679815.
Millatina, Zuyyina, Lailiyatus Sa’diyah, Agus Hermawan, and Saptono Hadi. “Kritik Sosial Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka: Kajian Sosiologi Sastra.” Deiksis 17, no. 2 (2025): 229. https://doi.org/10.30998/deiksis.v17i2.24573.
Mubiin, Ajmal Nazirul, and Tajul Arifin. “Childfree Dalam Perspektif Hukum Islam Ditinjau Dari Hadits Riwayat Imam Muslim No. Hadits 1631.” Tashdiq 1, no. 2 (2023): 1–12. https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/article/view/2003/1861.
Nita Nurhayati, Nurfazria Legiawati, De San San Nurhayati, Jelita Maulida Nurhamidah, Khopipah Alfilani, Ifah Afivah, Via Anggita, and Muhammad Hanif Hukama. “Analisis Novel ‘Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck’ Karya Hamka Menggunakan Pendekatan Psikologi.” Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa Dan Pendidikan 2, no. 3 (2024): 168–77. https://doi.org/10.61132/pragmatik.v2i3.717.
Novryansyah, Virga, and Dedih Surana. “Analisis Nilai-Nilai Karakter Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.” Bandung Conference Series: Islamic Education 2, no. 2 (2022): 846–50. https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2.4779.
Simbolon, Deby Rodearni, Esra Perangin-Angin, and Suasti Murni Nduru. “Analisis Nilai-Nilai Religius, Moral, Dan Budaya Pada Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Karya Hamka Serta Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Sekolah Menengah Atas.” Jurnal Basataka (JBT) 5, no. 1 (2022): 50–61. http://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/147.
Siti Hadijah, Fitriani Lubis, and Frinawaty Lestarina Barus. “Analisis Antropologi Sastra Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.” Jurnal Bastra 10, no. 3 (2025): 923–29. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/1038.
Ulfa, Fadillah, and Eti Efrina. “Relevansi Metode Dakwah Hamka Dan Implementasinya Di Indonesia.” Journal of Communication and Social Sciences 2, no. 1 (2024): 45–53. https://doi.org/10.61994/jcss.v2i1.604.
Une, Darwis. “Islamisasi Dan Pola Adat Masyarakat Gorontalo Dalam Perspektif Sejarah Kebudayaan Islam.” Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya 7, no. 3 (2021): 259. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i3.474.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Afnia, Andi Karman, Aslan Abidin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





