Refleksi Siklus Konflik Antar Organisasi Keagamaan(NU & Muhammadiyah)

Authors

  • Ahmad Jaiz IAIN Pontianak
  • Izwan Hafizi IAIN Pontianak

Keywords:

socio-religious conflict, NU, Muhammadiyah, conflict cycle, peace transformation

Abstract

The socio-religious conflict between Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah is a historical phenomenon within Indonesian society, particularly at the grassroots level. This conflict does not always manifest itself physically, but is reflected in clashing discourses, differences in religious practices, preaching methods, and even struggles for social and religious authority within society. This research aims to understand the patterns and cycles of conflict between NU and Muhammadiyah through a socio-religious analysis approach, exploring the historical roots, triggering factors, involved actors, and the mechanisms of conflict reproduction within the social sphere. The results indicate that the conflict is not linear but forms a cycle influenced by local social, political, and cultural conditions. Furthermore, the conflict cycle can transform into cooperation and harmony when there is space for dialogue, inclusive social interaction, and moderate policies that accommodate differences. This research is expected to provide a theoretical contribution to the understanding of religious conflict and offer a transformative peace perspective as an effort to reduce tensions between the two organizations.

Abstrak

Konflik sosial keagamaan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan fenomena yang secara historis terjadi dalam dinamika masyarakat Indonesia, terutama di tingkat akar rumput. Konflik ini tidak selalu muncul dalam bentuk fisik, tetapi tercermin dalam pertentangan wacana, perbedaan praktik ibadah, metode dakwah, hingga perebutan otoritas sosial dan keagamaan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola dan siklus konflik antara NU dan Muhammadiyah melalui pendekatan analisis sosial keagamaan, dengan menelusuri akar historis, faktor pemicu, aktor-aktor yang terlibat, serta mekanisme reproduksi konflik dalam ruang sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik yang terjadi tidak bersifat linear, tetapi membentuk suatu siklus yang dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik, dan budaya setempat. Selain itu, siklus konflik dapat bertransformasi menjadi kerja sama dan harmoni ketika terdapat ruang dialog, interaksi sosial inklusif, serta kebijakan moderasi yang mampu mengakomodasi perbedaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pemahaman konflik keagamaan serta menawarkan perspektif perdamaian transformatif sebagai upaya mereduksi ketegangan di antara kedua organisasi.

References

Haedar Nashir. Gerakan Islam Syiar dan Sosial Muhammadiyah. Suara

Muhammadiyah, 2010.

Imron Mustofa, KH. Ahmad Dahlan siPenyantun, Diva Press: Yogyakarta, 2018.

Yudian Wahyudi. Maqashid Syariah dalam Muhammadiyah dan NU, UIN SunanKalijaga Press, 2010.

Ahmad Zahro, Tradisi Intelektual NU, Yogyakarta: Lkis Printing Cemerlang, 2004.

Rozikin Daman, Membidik NU, Dilema Percaturan Politik NU Pasca Khittah, Yogyakarta:Gama Media, 2001.

M. Nur Hasan, Ijtihad Politik NU: Kajian Filosofis Visi Sosial dan Moral Politik NU Dalam Upaya Pemberdayaan “Civil Society”, Yogyakarta, Manhaj, 2009.

Abdul Munir Mulkhan, Pemikiran Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah Dalam Perspektif Perubahan Sosial, Jakarta, Bina Aksara, 2000.

Sjamsudduha, Konflik & Rekonsiliasi NU Muhammadiyah, Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1999.

Muttoharun Jinan, Arus Balik Aktivitas NU dan Muhammadiyah, dalam”Muhammadiyah-NU Mendayung Ukhuwah di Tengah Perbedaan”, Malang: UMM Press, 2004.

Depag RI, Konflik Etno Religius Indonesia Kontemporer, Jakarta: Depag RI, 2003.

Maswadi Rauf, Konsensus Politik, Sebuah Penjajagan Teoritis, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas, 2000.

Sudarno Shobron, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dalam Pentas Politik Nasional, Surakarta: University Muhammadiyah Press, 2003.

Argyo Demartoto, Strukturalisme Konflik : Pemahaman Akan Konflik Pada Masyarakat Industri Menurut Lewis Coser Dan Ralf Dahrendorf, dalam Jurnal Dilema Sosiologi, Vol 24 No. 1 Tahun 2010.

Downloads

Published

2026-01-18