Metode Pemahaman Hadis (Fiqh al-Hadith) dalam Menjawab Isu-Isu Kontemporer

Authors

  • Mutiara Octhariani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh Tasbih Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Zaenab Abdullah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Methods of Understanding Hadith, Fiqh al-Hadith, Contemporary Issues

Abstract

Hadis Nabi yang merupakan sumber hukum islam setelah Al-Qur’an yang memberikan peran penting sebagai pedoman hidup umat islam. Namun, di zaman modern ini muncul berbagai isu baru seperti bioteknologi, kesetaraan gender dan keberagaman sosial yang belum ada pada masa nabi dan tidak ditemukan pembahasannya dalam teks hadis secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode-metode pemahaman hadis agar tetap relevan menjawab tantangan masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis literatur terhadap hadis serta pemikiran ulama modern. Hasil penelitian menunjukkzn bzhwa memahami hadis hanya dari teks harfiahnya saja tidak dapat menyelesaikan masalah. Sebaliknya, jika hadis dipahami dengan melihat tujuan utamanya (seperti menjaga nyawa, keadilan, akal), serta konteks sejarah dan sosial di baliknya, maka maknanya menjadi lebih hidup, dinamis dan aplikatif. Dengan demikian pengembangan metode Fiqh al-Hadith membuktikan bahwa hadis itu bukan suatu keniscayaan, tetapi juga menjadi kunci untuk menjaga relevansi dan otoritas moral hadis di tengah kompleksitas zaman modern.

Abstract

The Prophet's hadith, the second source of Islamic law after the Qur'an, plays a crucial role as a guide for the lives of Muslims. However, in modern times, various new issues have emerged, such as biotechnology, gender equality, and social diversity, which did not exist during the Prophet's time and are not clearly discussed in the hadith texts. This study aims to examine methods for understanding hadith to ensure their relevance in addressing current challenges. The method used is qualitative research with a library study approach through an analysis of literature on hadith and the thoughts of modern scholars. The results indicate that understanding hadith solely from its literal text cannot solve problems. Conversely, if hadith is understood by considering its primary purpose (such as preserving life, justice, and reason), as well as the historical and social context behind it, its meaning becomes more vivid, dynamic, and applicable. Thus, the development of the Fiqh al-Hadith method proves that hadith is not an inevitability, but also a key to maintaining the relevance and moral authority of hadith amidst the complexities of the modern era.

References

Abustani Ilyas dan La Ode Ismail Ahmad, Filsafat Ilmu Hafdis (Cet. I; Surakarta, Zadahadiya Publishing, 2001)

Mahmud Tahhan, Tafsir Mustalah al-Hadis (Cet. XI; Riyadh: Maktabah al-Ma’arif, 2010 M/1431 H)

Muhammad Nuruddin, “Aktualisasi Pemahaman Hadis Hukum Dalam Kehidupan Global”, Riwayah I, No. I (Maret 2015)

H. Muzayyin Arifin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Buna Aksara, 1987)

Dendi Sugono, et al., Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008)

Alfatih Suryadilaga, Metodologi Syarah Hadis (Yogyakarta: SUKA Press, 2012)

Akhmad Sagir, “Perkembangan Syarah Hadis dalam Tradisi Keilmuan Islam”, Jurnal Ilmu Ushuluddin, Vol. 9, No. 2 (Juli, 2010)

M. Quraish Shihab, Membumikan al-Qur’an (Bandung: Mizan, 1996)

Washfi ‘Asyur Abu Zaid, Nahwa at- Tafsir al-Maqashidi Li al-Qur’an al-Karim Ru’yah Ta’sisiyyah Li Manhaj Jadid fi Tafsir al-Qur’an, diterjemahkan oleh Ulya Fikriyati, “Metode Tafsir Maqasidi Memahami Pendekatan Baru Penafsiran Al-Qur’an”, Jakarta: PT. Qaf Media Kraetiva, 2020 Cet. I.

Liliek Channa AW, “Memahami Makna Hadis Secara Tekstual dan Kontekstual”, Ulumuna, Vol. 5, No. 2 (Desember, 2011)

Munawwir Muin, “Pemahaman Komprehensif Hadis Melalui Asbāb al-Wurūd”, Addin, Vol. 7, No. 2 (Agustus, 2013)

Suryadi, Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi Perspektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi, (Yogyakarta: Teras, 2008)

Suryadi, Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi Perspektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi, (Yogyakarta: Teras, 2008)

Yusuf al-Qardawi, Kaifa Nata`amal Ma`a as-Sunnah an-Nabawiyah, (al-Mansurah: Dar al-Wafa’, cet. VI, 1993 M).

Joseph Schacht, The Origin Of Muhammadan Jurisprudence, Terj. Joko Supomo, (Yogyakarta: Insan Madani, 2010)

Abi Ishaq Al-Syatibi, Al-Muwafaqat Fi Ushuli Syari’ah, (Mesir: Al-Maktabah Al-Tijariyah, t.t.), Juz 3,

M. Syuhudi Ismail, Hadis Nabi Menurut Pembela, pengingkar dan pemalsunya, (Jakarta: Gema Insani, 1995)

Muhammad Harfin Zuhdi, “Tipologi Pemikiran Hukum Islam: Pergulatan Pemikiran Dari Tradisionalis Hingga Liberal”, ULUMUNA: Jurnal Studi Keislaman, No.1, Juni 2012

Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas Atau Historisitas?, (yogyakarta: pustaka pelajar, 1996)

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Mutiara Octhariani, Muh Tasbih, & Zaenab Abdullah. (2026). Metode Pemahaman Hadis (Fiqh al-Hadith) dalam Menjawab Isu-Isu Kontemporer. Al-Iftah: Jurnal Tafsir Al-Qur’an Dan Hadist , 2(1), 20–28. Retrieved from https://e-jurnal.publikasiakademikgroup.com/index.php/AIJTAH/article/view/77