Studi Hadis Kritis di Era Digital: Peluang dan Tantangan bagi Pemikiran Islam

Authors

  • Ferlita Anggreni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Muh Tasbih Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Zaenab Abdullah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Keywords:

Critical Hadith Studies, Digital Era, Islamic Thought

Abstract

The digital era has brought about major transformations in various disciplines, including Hadith Studies. This study aims to analyze the opportunities and challenges faced by Critical Hadith Studies in the context of digitalization. The method used is a literature review with a descriptive-analytical approach. The results show that the digital era opens significant opportunities in the form of unlimited accessibility to primary and secondary sources, international collaboration, and the democratic dissemination of knowledge. However, on the other hand, serious challenges arise such as hadith misinformation and disinformation, decontextualization, a flood of information without authoritative filters, and the reduction of complex hadith studies to simplistic content. In conclusion, an integrative effort is needed between the classical methodology of hadith science (musthalah al-hadith) and critical digital literacy to ensure that technological advances can enrich, rather than degrade, the understanding and practice of Critical Hadith Studies in contemporary Islamic thought.

Abstrak

Era digital telah membawa transformasi besar dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk Studi Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi oleh Studi Hadis Kritis dalam konteks digitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era digital membuka peluang signifikan berupa aksesibilitas terhadap sumber primer dan sekunder yang tak terbatas, kolaborasi internasional, dan penyebaran pengetahuan yang demokratis. Namun, di sisi lain, muncul tantangan serius seperti misinformasi dan disinformasi hadis, dekontekstualisasi, banjir informasi tanpa filter otoritatif, serta reduksi studi hadis yang kompleks menjadi konten yang simplistis. Kesimpulannya, diperlukan upaya integratif antara metodologi klasik ilmu hadis (musthalah al-hadits) dengan literasi digital kritis untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi dapat memperkaya, bukan mendegradasi, pemahaman dan praktik Studi Hadis Kritis dalam pemikiran Islam kontemporer.

References

Abbas, “ Kritik Strandar; Orisinalitas Sunnah”, Jurnal Pilar: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, vol.5, No.2, (2014)

Amin, S, “Penyebaran Hadis Melalui Platform TikTok: Analisis Framing dan Dampaknya Terhadap Pemahaman Keagamaan Generasi Z”, Tesis Magister, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, (2021) http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/56789

Azizah, Ira Nur, “Digitalisasi Hadis: Membangun Jembatan Antara Tradisi dan Teknolog”, AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies, 4, No.1 (2023).

Burhanuddin, J. (Ed.). (2020), Agama dan Digitalisasi: Tantangan dan Prospek di Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fathoni, M, “Digitalisasi Hadis: Antara Peluang dan Tantangan dalam Studi Hadis Kontemporer.” Journal of Qur'an and Hadith Studies, 9(1), 2020.

Hakak , Saqib, “ Digital Hadith Authentication: Recent Advances, Open Challenges, and Future Directions”, Transactions on Emerging Telecommunications Technologies, (2022)

Harun, M, "Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Kajian Hadis: Analisis Terhadap Aplikasi dan Situs Hadis Online," Jurnal Living Hadis 3, no. 2 (2018)

Huda, (2019). Studi Hadis di Era Media Baru: Konstruksi, Sirkulasi, dan Resistensi. Yogyakarta: LKiS.

Ismail, Syuhudi, Metodologi Penelitian Hadis Nabi (Jakarta: Bulan Bintang, 1992).

Najiburrahman, "Otoritas Keagamaan di Era Digital: Pergeseran dari Ulama ke 'Influencer'," Al-Fikrah: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman 5, no. 2 (2022).

Pusat Kajian Hadis Al-Hikam. (2021). Panduan Praktis Tabayyun Hadis Digital. https://alhikam.or.id/panduan-tabayyun-hadis-digital/

Rakhmat, Jalaluddin, Revolusi Digital: Menyerbu Islam? (Bandung: Mizan, 2018).

Sakinah, Mh and, “Aplikasi Hadisku Sebagai Media Penyebaran Hadis Era Relolusi 5.0”

Santalia, Indo, “Al-Muwatha Malik Dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Hadis,” Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis26, no. 2 (2015)

Soleh, Achmad Khudori, "Dunia Pesantren dan Transformasi Digital: Peluang dan Tantangan dalam Transfer Keilmuan Islam," Journal of Islamic Civilization 2, no. 1 (2020).

Suryadilaga, M. Alfatih, dkk., Metodologi Penelitian Hadis (Yogyakarta: Teras, 2010).

Suryadilaga, Muhammad AlFatih, Saifuddin Zuhri Qudsy, and Inayatul Mustautina, “Digitalisasi Hadis Ala Pusat Kajian Hadis (PKH): Distribusi, Ciri, Dan Kontribusi Dalam Kajian Hadis Indonesia,” Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hadis3, no. 2 (2022) https://doi.org/10.15548/mashdar.v3i2.2982

Syuhud, Ahmad, "Media Sosial dan Transformasi Otoritas Keagamaan: Studi Kasus Penyebaran Hadis di Instagram," Jurnal Ilmu Sosial dan Agama 15, no. 1 (2021)

Tim Pokja Literasi Digital Kemenag RI. (2022). Rencana Strategis Literasi Digital Keagamaan 2023-2027. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Ulum, Budi, & Saifuddin Zuhri, "Dari Sanad ke Database: Transformasi Metode Kritik Hadis dalam Arus Digital," Journal of Islamic Studies and Humanities 4, no. 2 (2019)

Ummah, Siti Syamsiyatul, “Digitalisasi Hadis(Studi Hadis Di Era Digital),” Diroyah: Jurnal Ilmu Hadis1, no. September (2019)

Wahyudi, Y, “Hadis Palsu di Era Digital: Analisis Konten dan Strategi Literasi Media bagi Generasi Muda Muslim.” Komunikologi: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Kajian Islam, 10(1), 2022.

Downloads

Published

2026-01-13

How to Cite

Ferlita Anggreni, Muh Tasbih, & Zaenab Abdullah. (2026). Studi Hadis Kritis di Era Digital: Peluang dan Tantangan bagi Pemikiran Islam. Al-Iftah: Jurnal Tafsir Al-Qur’an Dan Hadist , 2(1), 11–19. Retrieved from https://e-jurnal.publikasiakademikgroup.com/index.php/AIJTAH/article/view/73