Penggunaan Jinas dalam Al Quran Penggunaan Jinas dalam Al Quran Dan Relevansi Dengan Keindahan Bahasa nya (Studi Al-qur’an dan Tafsir)

Authors

  • Fitra Dana Hasibuan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Keywords:

Jinas, Qur’an, Balaghah, Linguistic Beauty, Stylistics

Abstract

This study examines the use of jinas, one of the forms of balaghah (rhetorical beauty), in the Qur'an and its relevance to the linguistic beauty of the Qur'anic text itself. Jinas, defined as the phonetic harmony between two words with different meanings, is a stylistic device that enriches the aesthetic quality of language. Using a qualitative-descriptive method and a textual analysis approach, this research identifies various Qur'anic verses that contain jinas and analyzes its function and impact on both meaning and recitation beauty. The findings reveal that the use of jinas in the Qur'an not only enhances the sound and rhythm but also deepens the meaning and reinforces the message of da'wah. The linguistic beauty produced through jinas contributes significantly to the rhetorical power of the Qur'an, affecting the spiritual, emotional, and intellectual dimensions of its readers. These findings affirm that the beauty of the Qur'an lies not only in its meaningful structure but also in the subtlety of its linguistic style.

Abstrak

Penelitian ini membahas penggunaan jinas, salah satu bentuk balaghah (keindahan retorika), dalam Al-Qur'an serta relevansinya terhadap keindahan bahasa Al-Qur'an itu sendiri. Jinas, yaitu keserasian bunyi antara dua kata dengan perbedaan makna, merupakan salah satu teknik stilistika yang memperkaya estetika bahasa. Dengan metode kualitatif-deskriptif dan pendekatan analisis tekstual, penelitian ini mengidentifikasi berbagai ayat Al-Qur'an yang mengandung jinas, lalu mengkaji fungsi dan dampaknya terhadap makna dan keindahan bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jinas dalam Al-Qur'an bukan hanya memperindah bunyi dan irama, melainkan juga memperdalam makna serta memperkuat pesan dakwah. Keindahan bahasa yang dihasilkan melalui jinas berkontribusi pada kekuatan retorika Al-Qur'an, sehingga mempengaruhi aspek spiritual, emosional, dan intelektual para pembacanya. Temuan ini menegaskan bahwa keindahan bahasa Al-Qur'an tidak hanya terletak pada struktur maknanya, tetapi juga pada kehalusan gaya bahasanya.

References

Darajat, Muhaiminah. “Nilai-Nilai Tauhid Dalam Ayat Kursi Dan Metode Pembelajarannya Dalam Pendidikan Agama Islam (Suatu Tinjauan Teoritik).” Jurnal Kajian Islam Kontemporer (JURKAM) 2, no. 1 (2021): 6–15.

Fathah, M. Utsman Arif Fathah. “Membenarkan Bacaan Yaitu Tahsin . Tahsin Merupakan Kata Dari Bahasa Arab Yang Asal Katanya.” Ilmu Ushuluddin 20, no. 2 (2021): 188–202. https://doi.org/10.18592/jiiu.v.

Irfaan, Santoso. “KONSEPSI ALQURAN TENTANG MANUSIA Santoso Irfaan Dosen Jurusan Syari’ah STAIN Porwokerto.” Jurnal Hunafa 4, no. 3 (2007): 291–304.

MAHDA, KHUSNUL. “KEMAMPUAN MEMBACA ALQURAN DENGAN MENERAPKAN KAIDAH ILMU TAJWID DI KALANGAN REMAJA DESA LAMTEUNGOH KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR.” UIN Ar-Raniry. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY, 2022.

Ningsih, Tutuk. “Peran Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa Di Era Revolusi Industri 4 . 0.” Insania 24, no. 2 (2019): 223.

Said, Hasani Ahmad. “Mengenal Tafsir Nusantara: Melacak Mata Rantai Tafsir Dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura Hingga Brunei Darussalam.” Refleksi 16, no. 2 (2018): 205–31. https://doi.org/10.15408/ref.v16i2.10193.

Santoso, Gunawan, Aim Abdulkarim, Bunyamin Maftuh, and Ma Murod. “Jurnal Pendidikan Transformatif ( Jupetra ) Kajian Ketahanan Nasional Melalui Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia Jurnal Pendidikan Transformatif ( Jupetra ).” Jurnal Pendidikan Transformatif ( Jupetra ) 02, no. 01 (2023): 184–96. https://doi.org/https://doi.org/10.9000/jupetra.v2i1.138.

Ibn Manẓūr. Lisān al-ʿArab. Beirut: Dār al-Maʿārif, t.t., hlm. 700.

Ibrāhīm Anīs dkk. 2004. Muʻjam al-Wasīṭ. Mesir: Maktabah al-Syurūq ad-Dauliyyah, hlm. 140.

Abū al-‘Abbās ‘Abdullāh bin Muḥammad al-Mu‘taẓ. 1990. al-Badī‘ fī al-Badī‘, Juz 1. t.tp.: Dār al-Jīl, hlm. 108.

Aḥmad al-Hāsyimī. Jawāhir al-Balāghah fī al-Ma‘ānī wa al-Bayān wa al-Badī‘. Beirut: Dār al-Fikr, t.t., hlm. 325.

Ḍiyāʾ al-Dīn Ibn al-Athīr. al-Mathal al-Sāʾir fī Ādāb al-Kātib wa al-Shāʿir, Juz 1. Kairo: Dār Nahḍah, t.t., hlm. 262.

Ahmad Damanhuri. Syarah Hiiyatul al-Lubb Mashun Syarah Jauharul Maknun. Surabaya: Darul Ilmi, t.t., hlm. 172.

Ali Jarim dan Musthafa Amin. 2007. Al-Balaghatul Wadhihah. Jakarta: Raudhoh Press, hlm. 283.

Abdurrahman Akhdlori. Nazham Jauharul Maknun fi Salasati Funun. Semarang: Darul Hafidz as-Salafiy, t.t., hlm. 22–23.

Akhdlori. 1982. Ilmu Balaghoh: Terjemah Jauharul Maknun. Terj. H. Moch. Anwar. Bandung: Penerbit PT. Al-Ma'arif Bandung, hlm. 226–235.

Ayman Amin Abd al-Ghan. 2011. Al-Kafi fi al-Balaghah. Kairo: Dar al-Taufiqiyah li al-Turats, hlm. 225.

Ibrāhīm Ḥamdī ʿAlān. al-Badīʿ fī al-Qurʾān. Beirut: Dār al-Maʿrifah, t.t., hlm. 113.

Abd al-ʿAzīz ʿAtīq. 2006. ʿIlm al-Badīʿ. Kairo: Dār al-Maʿārif, hlm. 208.

Mardjoko Idris. 2000. Ilmu Balaghah: Ma'ani, Bayan, Badi'. Jakarta: Logos Wacana Ilmu, hlm. 53.

Downloads

Published

2026-04-22

How to Cite

Fitra Dana Hasibuan. (2026). Penggunaan Jinas dalam Al Quran Penggunaan Jinas dalam Al Quran Dan Relevansi Dengan Keindahan Bahasa nya (Studi Al-qur’an dan Tafsir). Al-Iftah: Jurnal Tafsir Al-Qur’an Hadist Dan Pendidikan Agama Islam , 2(2), 36–46. Retrieved from https://e-jurnal.publikasiakademikgroup.com/index.php/AIJTAH/article/view/33