Petunjuk Yang Di Perdagangkan, Kajian Tasybih Dalam Surah Al-Baqarah Ayat 17 Dan Fenomena Kemurtadan Publik Di Era Digital
Keywords:
Nur, Musyabbah, Tasybih Tamsil, Transfer of Faith, Digital Era, ApostasyAbstract
In verse 17 of surah al-Baqarah, the study of tasybih in its type in parables (musyabbah) describes the spiritual condition of the hypocrites through the symbols of fire and light (nur). By using a balaghah approach, especially the tasybih tamsil theory, the verse is analyzed and linked to modern problems, public apostasy in the digital era. This phenomenon shows a pattern of changing faith among public figures, which is often influenced by social pressure, disappointment, or existential search. By looking at the text and interpreting it from a classical and contemporary perspective, losing light in the verse is interpreted as losing guidance and breaking the spiritual connection with Allah SWT. The experience of apostasy today is comparable to this. In the era of digital openness, the spiritual dynamics and meaning of the balaghah of the Qur’an are connected through a phenomenological approach and content analysis.
Abstrak
Dalam ayat 17 dari surah al-Baqarah, kajian tasybih dalam jenisnya pada perumpamaan (musyabbah) menggambarkan kondisi spiritual kaum munafik melalui simbol api dan cahaya (nur). Dengan menggunakan pendekatan balaghah, terutama teori tasybih tamsil, ayat tersebut dianalisis dan dikaitkan dengan masalah modern, kemurtadan publik di era digital. Fenomena ini menunjukkan pola perubahan iman di kalangan figur publik, yang sering dipengaruhi oleh tekanan sosial, kekecewaan, atau pencarian eksistensial. Dengan melihat teks dan menafsirkannya dari perspektif klasik dan kontemporer, kehilangan cahaya dalam ayat tersebut ditafsirkan sebagai kehilangan hidayah dan putus hubungan spiritual dengan Allah SWT. Pengalaman murtad saat ini sebanding dengan hal ini. Di era keterbukaan digital, dinamika spiritual dan makna balaghah Al-Qur'an dihubungkan melalui pendekatan fenomenologis dan analisis isi.
References
Aritonang, Pebrina Yanti, Nurul Aulia Ersa Putri, Said Fahrezi, and Harun al Rasyid. “TasybῙh Al-TamṡῙl Dalam Al-Qur’an: Analisis BalagᾹh Pada Surah Al-Kahfi Ayat 45.” Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Tafsir 7, no. 1 (2024): 142–58. https://doi.org/10.58518/alfurqon.v7i1.2672.
Basyir, Ahmad Azhar. Miskawaih Riwayat Hidup Dan Pemikiran Filsafatnya,. Yogyakarta: NUr Cahaya, 1983.
Fathah, M. Utsman Arif Fathah. “Membenarkan Bacaan Yaitu Tahsin . Tahsin Merupakan Kata Dari Bahasa Arab Yang Asal Katanya.” Ilmu Ushuluddin 20, no. 2 (2021): 188–202. https://doi.org/10.18592/jiiu.v.
Kartini. “Analisis Fatwa Dsn Mui Tentang Deposito Ditinjau Dari Aspek Ushul Fiqh.” Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Dan Kajian Islam 1, no. 1 (2021): 1–15.
Ma’ruf, Muh Wajedi. “Ukhuwah Dalam Al- Qur ’ an Dan Implementasinya Dalam Pendidikan Islam.” Dirasat Islamiah : Jurnal Kajian Keislaman 1, no. 2 (2020): 127–40. https://doi.org/https://doi.org/10.59638/dirasatislamiah.v1i2.19.
Mawarni, Astrid Dian, Bambang Kusbandrijo, and Sukma Ari Ragil Putri. “Analisis Isi Pada Artikel Romansa Di Zetizen.Com ( Studi Analisis Isi Artikel Romansa Pada Web Zetizen Periode 1 Oktober-30 November 2016 ).” Jurnal Psikologi Sosial, no. November (2016): 1–10.
Suprihat, Ade, and Nurhasan. “Tafsir Ayat Tentang Siyasah ( Qs . Ali-Imran : 159 ).” At-Tarbiyah 1, no. 2 (2019): 24–31.
Wahyu Sabilar Rosad. “Jurnal Kajian Keislaman.” Al-Muqkidz : Jurnal Kajian Keislaman 8, no. 1 (2020): 124–26.
Zulfan Abdulloh, 2024 Mengupas Sisi Tasybih Dalam QS. Al Baqarah 1-20, diunggah pada 8
Juli.
Ash-Shabuni, 1981. Muhammad Ali. Shafwatut Tafassir. Beirut: Dar Al-Qur’an Al-Karim.
Ibn ‘Atiyyah. 2001. Al-Muharrar al-Wajiz fī Tafsir al-Kitab al-‘Aziz. Edisi oleh ‘Abd al-Salam ‘Abd al-Shafi Muhammad. Beirut: Dar Ibn Hazm.
Quraish Shihab, M. 2002. Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an. Jakarta: Lentera Hati.
Sagala, Rumadani. Balaghah. Lampung: Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan Lampung, 2016.
Yusuf Qardhawi, 1998. Hukum Murtad Tinjauan Al-Qur’an dan As-Sunnah, (Penerjemah Irfan Salim dan Abdul Hayyie Al-Kattanie) (Jakarta: Gema Insani.
Zamroni, M. 2017, dan Nailul Huda. Mutiara Balaghah Jauharul Maknun. Cet. 2. Kediri: Santri Salaf Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nafisah Ajami, Wulan Angraini, Marsel Ahmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





