Dari Nutfah hingga Khalifah: Rekonstruksi Hakikat Manusia dalam Al-Qur’an dan Hadis
Keywords:
Essence of Humankind, Qur'anic Embryology, Neuroscience, Caliph, Integrative Islamic EducationAbstract
Modern humans face an identity crisis and a disorientation about the meaning of life due to the dominance of a materialistic view that separates humanity's biological origins from its spiritual dimension and existential purpose. This crisis has given rise to the urgency of reconstructing an integrative understanding of human nature by reconnecting the revelations of the Qur'an and Hadith with contemporary scientific findings in embryology, genetics, biomolecular biology, neuroscience, developmental psychology, and sociology. This study aims to analyze the process of human creation, the function of body organs, the stages of life, and the position of humans as caliphs and servants of God from the perspective of the Qur'an and Hadith integrated with modern science, while simultaneously formulating the Islamic educational values contained therein. The study uses library research methods with historical, theological, philosophical, and descriptive-qualitative approaches, examining primary sources in the form of the Qur'an, authentic Hadith, and classical commentaries, as well as secondary sources in the form of scientific journals and contemporary academic books, analyzed using content analysis techniques. The results of this study demonstrate a strong alignment between the stages of nutfah, 'alaqah, and mudghah in Surah Al-Mu'minun verses 12-14 with the stages of zygote, blastocyst, and organogenesis in modern embryology, as well as the correspondence between the functions of hearing, sight, and the heart in Surah An-Nahl verse 78 with contemporary neuroscience studies. The main finding of this study is that the essence of humankind in Islam is multidimensional, encompassing biological, psychological, social, and spiritual dimensions that are mutually integrated in humankind's position as caliph and servant of Allah. In conclusion, the integration of revelation and science in understanding human nature provides a solid epistemological foundation for the development of integrative Islamic education that fosters students' faith, character, and religious moderation.
Abstrak
Manusia modern menghadapi krisis identitas dan disorientasi makna hidup akibat dominasi pandangan materialistik yang memisahkan asal-usul biologis manusia dari dimensi spiritual dan tujuan eksistensialnya. Krisis ini melahirkan urgensi untuk merekonstruksi pemahaman tentang hakikat manusia secara integratif, dengan menghubungkan kembali wahyu Al-Qur'an dan hadis dengan temuan sains kontemporer di bidang embriologi, genetika, biomolekular, neurosains, psikologi perkembangan, dan sosiologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses penciptaan manusia, fungsi organ tubuh, tahapan kehidupan, serta kedudukan manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam perspektif Al-Qur'an dan hadis yang diintegrasikan dengan sains modern, sekaligus merumuskan nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis, teologis, filosofis, dan deskriptif-kualitatif, menelaah sumber primer berupa Al-Qur'an, hadis sahih, dan tafsir klasik, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah dan buku akademik kontemporer, yang dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan keselarasan yang kuat antara tahapan nutfah, 'alaqah, dan mudghah dalam QS. Al-Mu'minun ayat 12-14 dengan tahapan zigot, blastokista, dan organogenesis dalam embriologi modern, serta korespondensi antara fungsi pendengaran, penglihatan, dan hati dalam QS. An-Nahl ayat 78 dengan kajian neurosains kontemporer. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa hakikat manusia dalam Islam bersifat multidimensional, mencakup dimensi biologis, psikologis, sosial, dan spiritual yang saling terintegrasi dalam kedudukan manusia sebagai khalifah dan hamba Allah. Kesimpulannya, integrasi wahyu dan sains dalam memahami hakikat manusia memberikan fondasi epistemologis yang kokoh bagi pengembangan pendidikan Islam integratif yang menumbuhkan akidah, karakter, dan moderasi beragama peserta didik.
References
Al-Attas, S. M. N. (2019). Konsep pendidikan dalam Islam: Kerangka pikir pembinaan filsafat pendidikan Islam (H. Baharudin, Terj.; Edisi revisi). Mizan.
Al-Bukhari, M. I. (t.t.). Shahih al-Bukhari (Kitab al-Ahkam, Hadis No. 7138, tentang kullukum ra‘in wa kullukum mas’ulun ‘an ra‘iyyatih). Dar Thauq an-Najah.
Al-Bukhari, M. I. (t.t.). Shahih al-Bukhari (Kitab al-Anbiya, Hadis No. 3208, tentang penciptaan manusia dari nutfah hingga ajal). Dar Thauq an-Najah.
Al-Bukhari, M. I. (t.t.). Shahih al-Bukhari (Kitab al-Iman, Hadis No. 52, tentang segumpal daging/qalb sebagai penentu baik buruknya tubuh). Dar Thauq an-Najah.
Al-Qurthubi, A. A. (2006). Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an (Jilid 12 & 15). Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Amarodin. (2020). Tela’ah tafsir QS. An-Nahl ayat 78 dan analisisnya. Perspektif: Jurnal Program Studi Pendidikan Islam, 9(1), 1–18.
Ath-Thabari, A. J. M. (2001). Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ayi al-Qur’an (Jilid 9 & 14). Dar Hijr.
Azizah, N., & Rahman, F. (2023). Konsep khalifah dalam QS. Al-Baqarah ayat 30: Kajian tafsir maqashidi dan tanggung jawab ekologis manusia. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 8(2), 201–218.
Bowlby, J. (2017). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment (50th anniversary ed.). Routledge.
Carlson, B. M. (2018). Human embryology and developmental biology (6th ed.). Elsevier.
Erikson, E. H., & Erikson, J. M. (2018). The life cycle completed (Extended ed.). W. W. Norton & Company.
Fauzan, M. (2024). Tertib potensi anatomi manusia dalam QS. An-Nahl ayat 78: Perspektif perkembangan indrawi manusia. Cakra Journal of Education Sains, 1(1), 9–13.
Habibah, S., & Mansur, A. (2023). Project Based Learning dalam penguatan moderasi beragama pada pembelajaran PAI di madrasah. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 21(1), 171–185.
Hidayat, K., & Yusuf, A. M. (2022). Tahapan kehidupan manusia dalam QS. Ar-Rum ayat 54: Tinjauan psikologi perkembangan dan tafsir kontemporer. Jurnal Studi Al-Qur’an dan Psikologi Islam, 7(2), 134–150.
Ibnu Katsir, A. F. (1999). Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim (Jilid 4 & 5). Dar Thayyibah.
Irawan, J., Mahendra, R., & Putri, A. K. (2025). Penciptaan manusia menurut QS. Al-Mu’minun ayat 12-14: Studi tafsir dan sains. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Multidisiplin Ilmu, 2(3), 350–362.
Kandel, E. R., Koester, J. D., Mack, S. H., & Siegelbaum, S. A. (2021). Principles of neural science (6th ed.). McGraw Hill.
Mahmudah, L., & Karim, A. (2023). Hakikat penghambaan manusia dalam QS. Az-Zariyat ayat 56: Kajian tauhid dan eksistensialisme religius. Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 9(1), 1–20.
Moore, K. L., Persaud, T. V. N., & Torchia, M. G. (2020). The developing human: Clinically oriented embryology (11th ed.). Elsevier.
Muslim, I. H. (t.t.). Shahih Muslim (Kitab al-Iman, Hadis No. 30, riwayat Mu’adz bin Jabal tentang hak Allah dan hak hamba). Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi.
Muslim, I. H. (t.t.). Shahih Muslim (Kitab al-Qadar, Hadis No. 2643, tentang penciptaan manusia di rahim ibu selama empat puluh hari). Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi.
Muslim, I. H. (t.t.). Shahih Muslim (Kitab al-Qadar, Hadis No. 2645, riwayat Hudzaifah bin Asid tentang malaikat yang mendatangi rahim). Dar Ihya al-Turats al-‘Arabi.
Najati, M. U. (2019). Al-Qur’an wa ‘ilm an-nafs (M. Zaka Alfarisi, Terj.; Edisi revisi). Pustaka Hidayah.
Nasr, S. H. (2020). Islam dan sains modern: Pencarian harmoni antara wahyu dan akal (A. Maimun, Terj.; Edisi revisi). Mizan.
Piaget, J. (2019). The psychology of intelligence (Routledge Classics ed.). Routledge.
Rasyad, M., Pratama, A. D., & Fadhilah, N. (2023). Korespondensi terminologi nutfah, ‘alaqah, dan mudghah dengan tahapan zigot, blastokista, dan organogenesis dalam embriologi modern. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 8(1), 45–62.
Sadler, T. W. (2019). Langman’s medical embryology (14th ed.). Wolters Kluwer.
Suyadi, & Widodo, H. (2022). Integrasi neurosains dalam pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Islam Integratif, 5(1), 33–50.
Suyadi. (2020). Tafsir ayat-ayat neurosains dan implikasinya bagi pengembangan higher order thinking (HOT) dalam pendidikan Islam. Muaddib: Studi Kependidikan dan Keislaman, 10(1), 1–20.
Watson, J. D., Baker, T. A., Bell, S. P., Gann, A., Levine, M., & Losick, R. (2017). Molecular biology of the gene (7th ed.). Pearson
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dikel Juliza Putri, Febriana Putri, Nurazizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





