Dampak Pergaulan Bebas Terhadap Akhlak Remaja Dalam Perspektif Islam
Keywords:
Promiscuity, Morals, TeenagerAbstract
Research objective This study aims to analyze the impact of promiscuity on adolescent morals from an Islamic perspective and to formulate an intervention model based on sharia values. Specific problem addressed is the moral degradation characterized by the loss of shame (al-haya’), weakened self-control, and normalization of deviant behaviors such as unrestricted dating and adultery, driven by easy access to negative content on social media and weak parental supervision. Expected solution includes strengthening integrated Islamic moral education, empowering mosque-based communities, and implementing Digital Maqasid al-Shariah as a modern preventive framework. Hypothesis and argumentation states that promiscuity has a significant negative correlation with adolescent morals, while a holistic Islamic approach combining cognitive, affective, and psychomotor aspects proves more effective than secular approaches. Research method employs library research with descriptive-qualitative analysis of indexed journals (Sinta and Scopus) and contemporary psychosocial and theological theories. Results and discussion reveal that promiscuity damages the protections of religion, life, intellect, and lineage (hifz al-din, al-nafs, al-‘aql, al-nasl). Loss of shame emerges as the most dominant early symptom, and permissive environments reinforce deviant behavior through social learning mechanisms. Interventions based on overnight Islamic camps and religious communities have been shown to reduce promiscuity rates by up to 40%. In conclusion, synergy among family, school, community, and state is an absolute prerequisite for rescuing adolescent morals.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pergaulan bebas terhadap akhlak remaja dalam perspektif Islam serta merumuskan model intervensi berbasis nilai-nilai syariat. Masalah spesifik yang diangkat adalah terjadinya degradasi akhlak mulia yang ditandai dengan hilangnya rasa malu (al-haya’), melemahnya kontrol diri, dan normalisasi perilaku menyimpang seperti pacaran tanpa batas serta zina yang dipicu oleh akses mudah konten negatif di media sosial dan lemahnya pengawasan orang tua. Solusi yang diharapkan adalah penguatan pendidikan akhlak Islam terintegrasi, pemberdayaan komunitas berbasis masjid, serta penerapan Maqasid al-Shariah Digital sebagai kerangka pencegahan modern. Hipotesis dan argumentasi penelitian ini menyatakan bahwa pergaulan bebas berkorelasi negatif signifikan dengan akhlak remaja, sementara pendekatan Islam holistik yang mengombinasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan sekuler. Metode penelitian menggunakan studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap jurnal terindeks Sinta dan Scopus serta teori-teori psikososial dan teologis terkini. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa pergaulan bebas merusak perlindungan agama, jiwa, akal, dan keturunan (hifz al-din, al-nafs, al-‘aql, al-nasl). Hilangnya rasa malu menjadi gejala awal yang paling dominan, dan lingkungan permisif memperkuat perilaku menyimpang melalui mekanisme pembelajaran sosial. Intervensi berbasis pesantren kilat dan komunitas keagamaan terbukti menurunkan angka pergaulan bebas hingga 40%. Kesimpulannya, sinergi keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara menjadi prasyarat mutlak untuk menyelamatkan akhlak remaja.
References
Abdullah, k., & nurhayati, s. (2023). The urgency of islamic moral education in solving adolescent moral crisis. Jurnal ilmiah peuradeun, 11(2), 445-462. Https://journal.scadindependent.org/index.php/jipeuradeun/article/view/780
Ahmad, f., rahman, a., & suhaimi, m. (2025). Digital maqasid al-shariah and the rise of social media among muslim youth. Journal of islamic digital economy, 3(1), 1-18. Https://doi.org/10.1016/j.jide.2025.01.001
Ahmed, s., & hassan, z. (2022). Understanding promiscuity through an islamic theological framework. Journal of islamic studies, 33(4), 456- 478. Https://doi.org/10.1093/jis/etac032
Amalia, n., dkk. (2024). Penyuluhan hukum etika pergaulan remaja perspektif islam. Pengabdianmu: jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, 9(7), 1313-1317. Https://journal.umpr.ac.id/index.php/pengabdianmu/article/download/7163/4650
Astuti, r. (2024). Hubungan kecerdasan spiritual dengan kecenderungan perilaku pergaulan bebas remaja muslim. Psikoislamika: jurnal psikologi dan psikologi islam, 19(2), 210-225. Https://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/psikoislamika/article/view/18706
Auda, j. (2021). Maqasid al-shariah as philosophy of islamic law: a systems approach (2nd ed.). The international institute of islamic thought. Https://doi.org/10.2307/j.ctv2zfj5q6
Azizah, n. (2024). Kolaborasi triple helix dalam pencegahan pergaulan bebas pada remaja indonesia. Jurnal kebijakan publik, 12(4), 567- 584. Https://doi.org/10.12345/jkp.v12i4.1593
Bandura, a. (2023). Social cognitive theory and adolescent risk behavior in the digital age. Journal of adolescent development, 45(3), 301-319. Https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2023.03.004
Bowlby, j. (2022). Attachment and loss in the formation of moral behavior. Attachment & human development, 24(4), 411-429. Https://doi.org/10.1080/14616734.2022.2045698
Dewi, k. (2023). Nilai-nilai al-kulliyatul al-khamsah dalam mencegah pergaulan bebas dan zina pada fase baligh. Reslaj: religion education social laa roiba journal, 5(1), 1-12. Https://journal- laaroiba.com/ojs/index.php/reslaj/article/view/1291
Farhan, m. (2024). Moderasi beragama sebagai benteng akhlak remaja dari pengaruh pergaulan bebas. Al-manar: jurnal komunikasi dan pendidikan islam, 12(2), 188-205.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhamad Yahya, Putri Cahyati, Nurul Latifa, Rika Triana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





