Makanan Halal Dan Baik: Tafsir Qs. Al-Baqarah (172-173) Tentang Perintah Konsumsi Yang Thayyib

Authors

  • Willia Rahmawati Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Siti Nur Aisyah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
  • Muhammad Yahya Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

Keywords:

Halal Food, Thoyyib, Al-Baqarah 172-173

Abstract

This study aims to analyze the concept of halal and good (thayyib) food based on QS. Al-Baqarah verses 172-173, emphasizing the theological and practical implications of the divine command to consume only what is permissible and pure. The method employed is a qualitative approach with library research, where the primary data sources are the Qur'an, specifically QS. Al-Baqarah: 172-173, as well as classical and contemporary exegesis books such as Tafsir Ibn Kathir, Al-Mishbah, and Fi Zilalil Qur'an. The analytical techniques used include content analysis and hermeneutic interpretation to understand the contextual meaning of thayyib and the categories of prohibited foods, along with their relevance to modern food consumption patterns. The findings reveal that the command in verse 172 is addressed to believers to eat halal and thayyib food as a manifestation of gratitude to Allah, while verse 173 details four absolute prohibitions: carrion, blood, pork, and animals slaughtered in the name of other than Allah. The study concludes that the concept of thayyib extends beyond legal permissibility (halal) to include physical purity, nutritional safety, ethical acquisition, and cleanliness. Furthermore, the consumption of halal and thayyib food is directly linked to spiritual health, the acceptance of prayers, and the formation of a pious society. Contemporary challenges such as food additives, industrial processing, and modern processed foods demand stricter adherence to these principles without compromising the thayyib aspect, thus requiring collective awareness from producers, regulators, and Muslim consumers to sustainably maintain halal and good standards.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep makanan halal dan baik (thayyib) berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 172-173, dengan penekanan pada implikasi teologis dan praktis dari perintah ilahi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), di mana sumber data primer adalah Al-Qur'an khususnya QS. Al-Baqarah: 172-173, serta kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer seperti Tafsir Ibnu Katsir, Al-Mishbah, dan Fi Zilalil Qur'an. Teknik analisis yang diterapkan meliputi analisis isi dan interpretasi hermeneutik untuk memahami makna kontekstual kata thayyib serta kategori makanan yang diharamkan, sekaligus relevansinya dengan konsumsi makanan di era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah pada ayat 172 ditujukan kepada orang-orang beriman untuk memakan makanan yang halal lagi thayyib sebagai wujud syukur kepada Allah, sementara ayat 173 merinci empat larangan mutlak yaitu bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih bukan atas nama Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep thayyib tidak hanya terbatas pada kehalalan secara hukum, tetapi mencakup kesucian fisik, keamanan gizi, cara perolehan yang etis, serta kebersihan. Lebih jauh, konsumsi makanan halal dan thayyib terbukti terkait langsung dengan kesehatan spiritual, penerimaan doa, dan pembentukan karakter masyarakat yang bertakwa. Tantangan kontemporer seperti bahan tambahan pangan, proses industri, dan makanan olahan modern menuntut kepatuhan yang lebih ketat pada prinsip-prinsip ini tanpa mengabaikan aspek thayyib, sehingga diperlukan kesadaran kolektif dari produsen, regulator, dan konsumen Muslim untuk menjaga standar halal dan baik secara berkelanjutan.

References

Al Tasdiq, A., & Dahliana, Y. (2025). Konsep Halalan Thayyiban dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 168: Analisis Komparatif Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Misbah. Ma'had Aly Journal of Islamic Studies, 4(2), 304–323.

Ariningtyas, N., Syarifah, U., Duhita, M. R., & Imamudin, M. (2025). Konsep Halalan Thayyiban dalam Produksi Daging Kultur dengan Teknologi Stem Cell: Studi Al-Qur'an Tematik. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 5(2), 455–473.

Dewi, R. D. C., & Suryono. (2025). Improving Medical Wellness with Halal and Thayyib Certification in Traditional Health Services: A Literature Review. Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education, 13(2), 257–262.

Fajir, N. (2024). Corak Tafsir Naqli Ibnu Katsir dalam Surat Al-Baqarah Ayat 172. Ta'wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam.

Firmansyah, A., Ihwanudin, N., & Suprihatin, T. (2026). Integrasi Prinsip Halalan Thayyiban dalam Transformasi Ekonomi Syariah Kontemporer: Analisis Tematik Berbasis Tafsir Al-Mishbah dan Al-Qurthubi. JESYA: Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah, 9(1), 294–301.

Latifah, R. N., & Sihabudin, M. (2025). Transformasi Nilai Halal–Thayyib dalam Tafsir Indonesia: Kajian Historis dan Kontemporer. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 4(2), 671–682.

Lubis, S. (2022). Makanan Halal dan Makanan Haram dalam Perspektif Fiqih Islam. Jurnal Ilmiah Al-Hadi, 7(2), 12–30.

Novika, A., & Bawono, A. (2026). Konsep Rasionalitas Konsumsi Muslim. International Journal Mathla'ul Anwar of Halal Issues, 6(1).

Poni, A., Aghnia, M., Roihana, I., & Fahma, N. (2025). Exploring the Concept of Halal and Tayyib Food in Quraish Shihab's Interpretation of Tafsir Al-Misbah. Scientia: Jurnal Hasil Penelitian.

Reza, R. R. Z., & Zainullah, M. I. (2024). Standarisasi dan Jaminan Halal Terkait Makanan dan Minuman di Indonesia. I’thisom: Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 414–437.

Rofiq, M. A., & Khusnudin. (2025). Integration of Maqashid Shariah Values and SDGs in Food Management: A Qur'an-Based Conceptual Study. Journal of Islamic Economics and Finance Studies, 6(1).

Sahib, M., & Ifna, N. (2024). Urgensi Penerapan Prinsip Halal dan Thayyib dalam Kegiatan Konsumsi. POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 6(1).

Siregar, K. A., & Matondang, H. A. (2025). The Concept of Halal Sustenance Thayyiban According to Members of the National Police Reviewed from Tafsir Al-Azhar. JASNA: Journal for Aswaja Studies, 5(2), 231–246.

Syaifullah, I. A., Sulthoni, A., & Saputra, A. (2025). Konsep Makanan Halal, Thayyib, dan Haram dalam Al-Qur'an Menurut Tafsir Asy-Sya'rawi. Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 4(1), 21–41.

Syarifah, U., Holil, K., Resmisari, R. S., Rahmah, A., & Griana, T. P. (2024). The Concept of Thayyib in A Review of the Quran and Science: Consumer Selection Over Quality Food. Al Quds: Jurnal Studi Alquran dan Hadis, 8(1).

Taufiq, M., Mustofa, A., & Nadlir, M. A. (2025). Resepsi Ayat Al-Baqarah 168 dalam Fatwa Halal Majelis Ulama Indonesia. Syahadah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Keislaman, 13(2).

Wahyuni, A., & Syamzaimar. (2025). Makanan Halal dan Makanan Haram Menurut Perspektif Al-Qur'an. QAZI Journal of Islamic Studies, 1(2), 161–168.

Downloads

Published

2025-10-19

How to Cite

Willia Rahmawati, Siti Nur Aisyah, & Muhammad Yahya. (2025). Makanan Halal Dan Baik: Tafsir Qs. Al-Baqarah (172-173) Tentang Perintah Konsumsi Yang Thayyib. Al-Iftah: Jurnal Tafsir Al-Qur’an Hadist Dan Pendidikan Agama Islam , 1(4), 303–315. Retrieved from https://e-jurnal.publikasiakademikgroup.com/index.php/AIJTAH/article/view/143